Meskipun sudah memiliki anak, Micah dan Jana tetap menikmati rumah kecil mereka.

Banyak orang yang memilih untuk pindah dari apartemen ke rumah saat memiliki buah hati. Hal ini dikarenakan luas apartemen terkadang dirasa terlalu kecil untuk hidup bersama keluarga. Namun bagaimana jika tempat tinggal baru justru sangat kecil—hanya sebuah container? Inilah yang dirasakan oleh Micah dan Jana.

Tinggal di sebuah container dengan seorang anak adalah pilihan bagi keduanya. “We saw pictures of a tiny house and OMG (oh my God), we’ve got to have this one day,” ungkap Jana. Tidak hanya saat Micah dan Jana belum menjadi orangtua, kelahiran Silas—putra pertama mereka—ternyata malah membuat mereka tidak mau meninggalkan rumah kecilnya. “Once we found out Silas was on the way, plans changed some, but we decided we could make it work,” tambah Micah. “And giving Silas a childhood full of big adventures was something we wanted despite the challenges of raising a family in a small space,” lanjutnya.

Bagi Jana, memiliki rumah kecil membuat mereka menghargai kesederhanaan. Mereka menjadi paham bahwa tak perlu memiliki banyak barang. Milikilah sedikit barang namun benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Dengan ruang yang sedikit, Jana mengaku selalu berpikir keras sebelum membelinya. Hmm, inspiratif ya, Glitzy.

(Shilla Dipo)