Stay in The know

Weight Loss

Beda Usia, Beda Pula Cara Diet Untuk Turunkan Berat Badan. Ini Infonya!

Beda Usia, Beda Pula Cara Diet Untuk Turunkan Berat Badan. Ini Infonya!


Ketika seseorang memasuki usia lanjut, biasanya akan lebih sulit untuk membentuk ulang tubuhnya, baik secara berat, maupun tinggi, sehingga mereka membutuhkan latihan khusus untuk mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semula. Hal ini disebabkan karena faktor hormon dan metabolisme dalam tubuh sudah mulai menurun dan tak seaktif mereka yang berusia 20 tahun. 

Menurut Karen Ansel, R.D. selaku pakar nutrisi, tak hanya wajah yang perlu dirawat, melainkan tubuhpun membutuhkan penanganan yang berbeda, khususnya ketika sedang melakukan program diet. Pasalnya, setiap usia mulai dari 20, 30, hingga 40 tahun, memiliki kekebalan tubuh dan pola hidup yang berbeda satu sama lain. Lantas apa perbedaannya, berikut penjelasannya.


Usia 20-an 


Usia 20 tahun ke atas merupakan usia produktif manusia. Pada saat ini Anda jauh lebih mudah membentuk tubuh ideal. Hanya saja, hidup di usia 20-an sering kali diarahkan pada pola yang kurang sehat. Biasanya Anda lebih ingin mencoba banyak menu makan tanpa memedulikan komposisi dan nutrisi yang terdapat di dalamnya. 

Padahal apa yang Anda konsumsi di usia ini menentukan kesehatan Anda di usia tua nantinya. Oleh karena itu, singkirkan segala bentuk camilan tidak sehat pada saat menonton televisi dan hangout bersama teman. Hindari makan larut malam untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak saat tidur. 

Mumpung tubuh Anda masih produktif, jangan tunda melakukan olahraga secara rutin. Anda bisa memilih olahraga high impact dengan gerakan aktif dan membutuhkan tenaga besar. Usia saat ini terbilang lebih mudah dan cepat untuk membentuk tubuh dibandingkan usia 30-an nantinya.

 

Usia 30-an


Pada usia ini sebagian besar wanita telah menikah, hamil, dan memiliki anak. Beberapa diantaranya pun sibuk berkarier ataupun mengurus rumah tangga. Waktu untuk melakukan olahraga pun menjadi sedikit atau terbatas. Untungnya kesibukkan ibu rumah tangga bisa membantu proses penurunan berat badan selama intensitas bergerak cukup banyak dilakukan. Nikmati beragam aktivitas bersama buah hati dengan rajin mengajaknya berjalan-jalan di saat akhir pekan. 

Anda pun wajib memerhatikan asupan menu makanan yang dikonsumsi. Usia 30 tahun memungkinkan Anda lebih rentan terhadap penyakit, sehingga diet sehat sangat lah dianjurkan. Coba ganti sarapan dengan mengonsumsi oatmeal, buah, kacang-kacangan, chia seed, hingga susu rendah lemak. Saat makan siang perbanyak menu sayuran, ikan, dan buah-buahan, sebagai pemenuh nutrisi tubuh Anda. 

Lakukan olahraga yang tak banyak memakan waktu namun memiliki hasil efektif yang cepat terlihat, seperti yoga, pilates, jogging, fitness, bersepeda, atau berenang. Sempatkan untuk berlatih minimal 3 kali dalam seminggu agar tubuh senantiasa fit. 


Usia 40-an


Anda mungkin sudah mulai menyadari kalau di usia ini tubuh perlahan mulai tidak seproduktif dulu. Sistem metabolisme tubuh menjadi lebih lambat dan tidak berfungsi secara intens layaknya di usia 20-30 tahun. Anda membutuhkan protein dan kalsium setidaknya 10 gram saat mengonsumsi camilan, serta 20-30 gram saat makan berat agar kebutuhan nutrisi selalu terpenuhi.

Selain itu, pada usia ini Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan pada malam hari untuk mencegah tubuh menjadi lemas—terutama jika Anda memiliki keluhan penyakit tertentu. Lalu, berikan jeda waktu sekitar 15-30 menit untuk tubuh mencerna makanannya sebelum Anda pergi tidur. Hindari makanan berlemak dan mengandung kolestrol (jahat) tinggi. 

Untuk olahraga, Anda hanya perlu melakukan jogging dan berenang untuk melatih otot tubuh atau yoga untuk menyegarkan pikiran dan jiwa. Jangan pernah malas berolahraga, karena pada usia 40-an tubuh Anda akan lebih kaku dan cepat letih.  

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke