Stay in The know

Me & Mind

Mengenal Tanda Post Power Syndrome

Mengenal Tanda Post Power Syndrome

Ketahui dan cari cara menghadapinya.

Durasi baca: 1 menit 10 detik.


Post power syndrome memang bukan masalah kejiwaan. Namun hal ini bukanlah sesuatu yang asing di masyarakat, bahkan bisa menimpa lingkungan sekitar atau keluarga Anda sendiri. Veronica Adesla, psikolog klinis dari Personal Growth, mengatakan post power syndrome biasanya muncul setelah atau sebelum seseorang kehilangan kekuasaan atau jabatan, hal ini diikuti dengan harga diri yang menurun. Akibatnya, ia akan merasa tidak lagi dihormati dan lebih mudah tersinggung serta curiga.

(BACA JUGA: Jadi Inilah Bedanya Seroang Pemimpin dengan Boss)


Seseorang yang pernah memegang jabatan penting, gejala post power syndrome ini akan muncul ketika tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan atau tidak dimintai pendapat atas suatu hal. Seseorang yang mengalami post power syndrome menjadi suka ikut campur dan mengatur secara berlebihan hal-hal di sekitarnya yang bahkan bukan menjadi tanggung jawab ataupun urusannya dan tidak diminta. Namun ketika pendapatnya tersebut tidak dijalankan, maka ia akan tersinggung dan akan timbul rasa curiga 


Bila ada kerabat dekat yang mengalami post power syndrome, Anda bisa membantunya untuk mampu mengaktualisasi diri ke hal-hal baru, karena hal tersebut akan sangat menolong dirinya. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjalankan bisnis, sehingga ia bisa mengalihkan pikirannya dari jabatannya di masa lampau dan fokus terhadap bisnis yang baru dijalaninya tersebut.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke