Stay in The know

Me & Mind

Kenali 10 Ciri-Ciri Umum Gangguan Kecemasan Berlebihan atau Disebut Anxiety Disorders

Kenali 10 Ciri-Ciri Umum Gangguan Kecemasan Berlebihan atau Disebut Anxiety Disorders

Rasa cemas berlebihan ini dapat membuat kehidupan sehari-hari seseorang menjadi terganggu.

Wajar kok, jika Anda mengalami rasa cemas ketika meeting dengan atasan, presentasi di depan umum, atau saat menghadapi berbagai masalah hidup. Hanya saja Anda harus memahami bahwa ada pembedaan antara kecemasan yang wajar dengan Anxiety Disorder—atau gangguan dengan kecemasan berlebihan.

“The distinction between an anxiety disorder and just having normal anxiety is whether your emotions are causing a lot of suffering and dysfunction,” ungkap Sally Winston, PsyD, co-director Anxiety dan Stress Disorder, Institute of Maryland, Towson. Menurutnya, penderita anxiety disorder akan mengalami kecemasan berlebihan hingga menggangu kehidupan sehari-harinya. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang mengalami anxiety disorder atau tidak? Berikut ini 10 ciri-cirinya yang telah dirangkum oleh GLITZMEDIA.CO.


Gangguan Tidur

Saat menghadapi masalah, Anda tak bisa menenangkan diri. Setiap memejamkan mata, masalah yang dihadapi pun langsung membayangi ingatan. Hal ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa Anda mengidap anxiety disorder. Namun, tidak semua orang dengan gangguan ini mengalami susah tidur. Sebagian justru tidur dalam jumlah waktu yang sangat panjang, karena tidur dianggap sebagai satu-satunya cara agar kecemasan berlebihan yang dialaminya tidak berlanjut.


Ketakutan Tak Beralasan

Apakah Anda memiliki ketakutan berlebih akan sesuatu—seperti dengan hewan tertentu, ketinggian, atau benda—tanpa alasan yang jelas? Jika Anda mengalami phobia terhadap hal-hal tersebut, ini merupakan bagian dari anxiety disorder juga. Anda biasanya akan merasa sangat takut dengan suatu hal tanpa dapat menjelaskannya secara logika, alasan dari ketakutan tersebut.




Ketegangan Otot

Banyak orang mengalami kepanikan tanpa mereka sadari. Hal ini membuat otot mudah tegang tanpa penyebab yang jelas. Sebenarnya, ketegangan ini terjadi karena rasa cemas yang Anda rasakan. Jika Anda tak bisa berpikir tenang, maka ketegangan hingga cidera otot dapat menjadi ancaman bagi kesehatan.


Gangguan Pencernaan

Kecemasan berawal di pikiran, namun hal ini dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang, seperti gangguan pencernaan. Kecemasan berlebihan dapat memicu ketegangan di otot perut yang menyebabkan kram, diare, hingga produksi asam lambung dan gas berlebih. “Irritable bowel syndrome (IBS)  isn't always related to anxiety, but the two often occur together and can make each other worse,” jelas Winston.


Demam Panggung

Wajar jika Anda merasa tegang sebelum berbicara di depan banyak orang, namun jika hal ini terus berlanjut hingga momen tersebut usai, maka kemungkinan Anda mengidap social anxiety disorder. Pada umumnya, kecemasan tersebut akan berkurang saat seseorang mulai bicara di depan umum. Namun bagi penderita social anxiety disorder, mereka akan merasa tegang secara terus-menerus, bahkan hingga akhir kalimat. Keringat dingin, tangan dan kaki yang bergetar, hingga pingsan bisa menjadi indikasi seseorang mengalami gangguan ini.


Rendah Diri

Tak hanya demam panggung, banyak orang yang mengalami social anxiety disorder merasa malu saat masuk ke lingkungan baru. Rasa malu ini dapat membuatnya justru menarik diri dan tidak mau berbicara sedikit pun pada orang lain. Ia cenderung tidak suka berada di kerumunan, walaupun jumlah orangnya tidak terlalu banyak (kurang dari 10 orang).


Panik

Rasa panik berlebihan sangat membahayakan bagi penderita anxiety disorder. Ketika kecemasan itu muncul, Anda dapat mengalami sesak napas, jantung yang berdegup kencang, berkeringat, sakit pada bagian perut dan dada, hingga merasa kedinginan atau sangat kepanasan. Tidak semua orang yang panik mengalami gangguan ini, namun jika rasa panik tersebut datang berulang, maka dapat diduga orang tersebut mengalami anxiety disorder.




Trauma

Sebenarnya, rasa trauma—atau dikenal dengan post-traumatic stress disorder (PTSD)—tidak selalu merupakan tanda anxiety disorder. Namun menurut penelitian tahun 2006 yang dimuat dalam Journal of Anxiety Disorder, orang yang mengalami PTSD biasanya diikuti dengan anxiety disorder. Hal ini diakibatkan rasa kecemasan berlebihan yang timbul disebabkan adanya pengalaman buruk di masa lalu.


Perfeksionis

“If you are constantly judging yourself or you have a lot of anticipatory anxiety about making mistakes or falling short of your standards, then you probably have an anxiety disorder,” jelas Winston. Perfectionism biasanya disebut dengan obsessive-compulsive disorder (OCD). Seseorang yang mengalami ini biasanya akan merasa sangat cemas lantaran merasa belum sempurna dan dapat menghabiskan waktu berjam-jam—hingga melakukan 1 kegiatan yang sama berkali-kali—demi mencapai kesempurnaan tersebut.


Self-Doubt

Apakah Anda seringkali meragukan diri sendiri dan kemudian menjadi panik karenanya? Winston mengungkapkan bahwa orang dengan anxiety disorder biasanya akan sering meragukan dirinya sendiri seperti, “Apakah saya mencintainya seperti ia mencintai saya?” atau “Jangan-jangan selama ini saya tak menjadi ibu yang baik” dan sebagainya. Rasa cemas ini terus menghantui Anda hingga timbul kecemasan berlebih.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke