Stay in The know

Me & Mind

Emosi Bisa Memengaruhi Mimpi dan Kualitas Tidur

Emosi Bisa Memengaruhi Mimpi dan Kualitas Tidur

Emosi negatif lebih sering memengaruhi mimpi Anda.

Durasi baca: 1 menit.


Seorang peneliti, Malinowski, telah melakukan sebuah penelitian pada tahun 2015 tentang bagaimana keadaan sebelum tidur bisa memengaruhi mimpi. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa apa saja emosi yang dirasakan sebelum tidur maka kemungkinan akan tergambar kembali dalam mimpi. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2017 Malinowski kembali melakukan penelitian mengenai tekanan dari emosi apa yang lebih mempengaruhi mimpi, bagaimana pengaruh tekanan tersebut untuk kualitas tidur dan apa dampaknya setalah bengun. 


Penelitian barunya mengambil sampel 62 orang untuk berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan seputar intensitas mimpi mengenai pengalaman emosional, jenis emosi yang paling sering masuk ke dalam mimpi, kemiripan mimpi dengan pengalaman emosional serupa dan sebagainya. Peserta yang berpartisipasi berumur 27 tahun. Sebagian diambil dari mahasiswa di Inggris dan sisanya peserta dari media sosial. 


Hasil penelitian terbaru dari Malinowski menjelaskan bahwa emosi negatif lebih sering masuk ke dalam mimpi daripada emosi positif. Hal tersebut juga memengaruhi bagaimana kehidupan setelah bangun. Ketika sebelum tidur seseorang memiliki tekanan emosi negatif membuat tubuh terutama jantung akan bereaksi dengan memompa darah lebih cepat, sehingga mempengaruhi kerja seluruh tubuh termasuk otak. Ketika otak juga bekerja lebih keras, ada kemungkinan apa yang dirasakan bisa masuk ke dalam mimpi. Setelah bangun, tekanan negatif sebelum tidur akan membuat kondisi emosi  juga kurang baik. Namun, peserta tidak menemukan hubungan antara tekanan dalam pikiran mempengaruhi seberapa sering mereka mengalami mimpi buruk.



(Foto: Pexels.com)


Selain memengaruhi mimpi, tekanan negatif di siang hari juga menentukan kualitas tidur Anda. Dilansir dari Psychologytoday.com, ada seorang pasien yang berbagi pengalamannya menunggu  hingga lelah dan tidak lama ia menonton televisi hingga tertidur. Beberapa jam kemudian, ia terbangun dan tidak bisa kembali tidur. Pasien melaporkan perasaan yang cemas hingga khawatir. Hal tersebut menggambarkan bagaimana keadaan di siang hari bisa memengaruhi pola tidur.


Penelitian tersebut juga menjelaskan ketika tekanan negatif dikelola dengan baik, maka akan berdampak positif pada kualitas tidur dan mental. Sebaiknya kendalikan emosi Anda satu jam sebelum tidur agar ketika tidur tidak memimpikan tekanan emosi negatif.


(Riska Yulyana, foto: Pexels.com)

You Might Also LIke