Stay in The know

Me & Mind

Benarkah Perempuan Mandiri Sulit Mendapat Pasangan Hidup?

Benarkah Perempuan Mandiri Sulit Mendapat Pasangan Hidup?

Salahkah terjebak di zona nyaman kemandirian?

Durasi baca: 1 menit 10 detik


“I hate to hear you talk about all women as if they were fine ladies instead of rational creatures. None of us want to be in calm waters all our lives,” Jane Austen, Penulis Roman. 

Menjadi perempuan mandiri merupakan sifat positif yang harus Anda miliki. Namun, kemandirian berlebihan yang berujung pada rasa tak membutuhkan orang lain itulah yang menjadi pertanyaan. Ketika seorang perempuan single jelang usia 30 tahun, masih sibuk meningkatkan karier, sering dikategorikan sebagai perempuan yang akan semakin jauh dari jodohnya. Padahal, teori tersebut sudah mulai usang di masa modern ini.


Mencoba mengulik lebih dalam, beberapa faktor di bawah ini berpotensi menjadi alasan utama mengapa perempuan terlalu mandiri lebih sulit mendapatkan calon pendamping hidupnya. Jika Anda merasa salah satu di antaranya, buktikan saja, yuk! 

(BACA JUGA: 6 Cara Membuat Keadaan Psikologis Lebih Baik)


Keluarga Nomor Satu

Tidak ada salahnya mengutamakan kebahagiaan keluarga—apalagi jika Anda berperan sebagai tulang punggung keluarga. 

Namun, Anda jadi lupa memikirkan diri sendiri. Pad   ahal kebahagiaan Anda merupakan kebahagiaan keluarga—bahkan pernikahan menjadi doa kedua orangtua Anda, bukan? 


Pekerjaan = Hidup

Pekerjaan menjadi hal penting berikutnya bagi Anda. Mengejar karier yang tinggi memang sudah menjadi cita-cita Anda. Belum lagi Anda punya beberapa prioritas yang ingin dicapai—dan merasa prioritas tersebut bisa dicapai sebelum menikah. 

Namun, waktu terus berjalan, usia juga bertambah. Terlalu lama fokus meniti karier akan melupakan sisi kehidupan lainnya—seperti percintaan. 

You Might Also LIke