Stay in The know

Me & Mind

5 Pertanyaan dan Kebiasaan Yang Membuat Orang Lain Tersinggung

5 Pertanyaan dan Kebiasaan Yang Membuat Orang Lain Tersinggung

Tanpa Anda sengaja, pertanyaan dan kebiasaan ini justru membuat orang lain tersinggung.

Ketika tengah asyik kumpul keluarga atau teman yang telah lama tidak bertemu, memang terkadang Anda suka terbawa suasana. Segala pertanyaan seolah menumpuk di kepala dan tidak sabar untuk menanyakannya. Namun, jangan sampai perbuatan dan pertanyaan yang diajukkan justru menyinggung mereka. Banyak hal yang sebenarnya terlihat wajar, tetapi bermakna negatif bagi orang lain. Lantas, apa saja kalimat dan kebiasaan tersebut? Berikut jawabannya.


Kapan Nikah?

Pertanyaan klasik ini sudah tidak asing lagi. Di acara pernikahan, Hari Raya atau kumpul keluarga, pasti akan ada yang bertanya “kapan nikah?”. Padahal, untuk mereka yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas dan masih single, pertanyaan tersebut sangat sensitif. Sekalipun terdengar seperti bercanda, tetapi bisa membuatnya malas untuk kembali bertemu dan berkumpul jika ada undangan selanjutnya. Anda mau, jadi orang penyebab kerabat tidak mau bertemu?


Kapan Punya Anak?

Hindari melontarkan pertanyaan ini. Sekalipun maksudnya positif, namun kalimat tersebut bisa menyinggung teman Anda yang sudah lama menikah tetapi belum juga memiliki momongan. Setiap orang memiliki perjuangan serta alasannya masing-masing, dan hal tersebut bukan urusan Anda. Apalagi mertua maupun orangtua dari mereka selalu menanyakan hal yang sama. Hal ini bisa menjadi beban psikologis untuknya dan membuat hormonnya terganggu akibat stres.


Terlalu Banyak Larangan bagi perempuan hamil

Biasanya Anda paling senang ketika melihat teman sudah hamil, namun jangan terlalu ikut campur dengan masalah janinnya. Terlalu banyak larangan yang Anda berikan akan membuatnya menjadi panik dan malas berinteraksi ketika berpapasan. Sebaiknya Anda memberikan masukan ketika mereka mulai bertanya. Selain itu, jangan terlalu sering mengusap-usap perut atau menanyakan perubahan fisik yang ia alami.  Tidak hanya perempuan hamil, siapapun akan merasa terganggu ketika ada bagian tertentu dari tubuhnya terlalu sering disentuh oleh orang lain.


Sudah Bisa Apa Anaknya?

Sekilas Anda bermaksud untuk memberikan perhatian dan mananyakan kabar, namun bisa saja pertanyaan tersebut justru bermakna negatif. Bagi perempuan yang memiliki anak dengan perkembangan fisik terlambat, maka ia akan merasa tersinggung. Lebih baik tanyakan saja usia anak dan apa kegiatan yang sering dilakukannya di rumah saat bermain dengan anaknya. Nantinya pembicaraan akan terus mengalir dan teman Anda dapat bercerita sendiri, tanpa harus melontarkan pertanyaan sensitif tersebut.


Anaknya Peringkat Berapa?

Biasanya pertanyaan ini datang ketika Anda menjemput anak ke sekolah atau dari keluarga besar. Jika anak memiliki prestasi orangtuanya pasti bangga untuk membicarakannya. Namun, saat kemampuan anak tersebut terbatas, maka pertanyaan ini tidak hanya menyinggung perasaan orangtuanya tetapi juga anaknya. Lebih baik tanyakan pelajaran apa saja yang sudah lalui, sehingga arah pembicaraan akan jauh lebih interaktif.

(Elizabeth Puspa, Foto: Pixabay.com, Priscilla Westra/Stocksnap.io)



You Might Also LIke