×

Stay in The know

Health & Body

Waspadai Bahaya Virus Hepatitis B Yang Dapat Menyebabkan Kanker Hati dan Kematian

Waspadai Bahaya Virus Hepatitis B Yang Dapat Menyebabkan Kanker Hati dan Kematian
Saskia Damanik

Thu, 11 August 2016 at 10.26

Hepatitis menjadi peringkat nomor tujuh penyakit yang mengakibatkan kematian di dunia.

Hepatitits merupakan salah satu penyakit mematikan di seluruh dunia. Menurut data yang diambil dari World Health Organization (WHO) pada 2013 silam menyebutkan jika penyakit ini setidaknya berada pada peringkat ke-7 dunia yang menjadi penyebab kematian. Sayangnya, tak banyak masyarakat menyadari bahwa dirinya tengah terinfeksi virus hepatitis ini.

Hepatitis sendiri merupakan peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bakteri, virus, proses aoutoimun, obat-obatan, perlemakan, alkohol, dan zat berbahaya lainnya. Hepatitis sendiri terbagi menjadi 5 golongan, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, dari kelimanya, hepatitis golongan B dikatakan yang paling berbahaya dan wajib diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan kanker hati.


Apa Itu Hepatitis B?

Hepatitis golongan B merupakan satu penyakit akibat hati sudah terinfeksi virus, yang bersifat kronik serta menyebabkan sirosis atau kanker hati. Menurut data yang diambil dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan 2 miliyar penduduk dunia telah terinfeksi virus hepatitis B dan lebih dari 240 juta orang mengidap hepatitis kronik. Kematian hepatitis B sendiri diperkirakan mencapai angka 600.000 setiap tahunnya.




Apa Faktor Penyebab Hepatitis B?  

Menurut Prof. dr. Dr. David Handojono Muljono, SpPD, FINASIM, Phd, selaku perwakilan dari Komite Ahli Hepatitis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa, hepatitis B dapat menyebabkan seseorang mengalami sirosis. “Penularan hepatitis dapat digolongkan menjadi dua, yakni secara vertikal—dari ibu ke anak saat berada di dalam rahim hingga sang buah hati terlahir. Sedangkan fase kedua adalah secara horizontal, disebabkan karena penularan dari individu pengidap ke individu lainnya melalui jarum suntik.”


Siapa Yang Berpotensi Terinfeksi Virus Hepatitis B?

“Semua orang berpotensi terjangkit virus hepatitis, terutama mereka yang memiliki garis keturunan. Penderita umumnya mengalami beberapa fase, yaitu pada usia 10–20 penderita akan mengalami peradangan minimal, memasuki usia 20–40, mereka akan memasuki fase hepatitis kronik aktif, hingga puncaknya penderita akan mengalami sirosis di usia 40 – 60 tahun,” tambah dr. David.




Seperti Apa Gejala Hepatitis B?

“Sebenarnya semua penderita hepatitis memiliki gejala yang serupa, namun untuk menditeksi gejala tersebut sangatlah sulit. Mereka biasanya mengalami kelemahan pada fisiknya, seperti mudah lelah, kurangnya nafsu makan, mual, muntah, dan warna urine lebih pekat. Tetapi, sayangnya tidak semua penderita mengalami fase tersebut, mereka sebaiknya melakukan pengecekan HbeAg untuk mengetahui apakah Anda terjangkit virus atau tidak,” ujar dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.


Bagaimana Cara Mengobati Hepatitis B?

“Lakukan imunisasi secara aktif dan pasif. Dimana pada imunisasi pasif, pasien akan diberikan imunoglobulin hepatitis B, sebelum terjadi paparan HbsAg positif. Sedangkan imunisasi aktif biasanya diberikan secara intramusculer dengan dosis tertentu sesuai usia penderita. Selain itu, Anda juga dapat melakukan USG untuk memastikan hati dalam keadaan normal dan tidak terkontaminasi virus hepatitis,” dr. Irsan.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai sumber)

You Might Also LIke