×

Stay in The know

Health & Body

Wajib Tahu Tentang Penyakit Sifilis, Inilah Penyebab dan Cara Pengobatan

Wajib Tahu Tentang Penyakit Sifilis, Inilah Penyebab dan Cara Pengobatan
Mondials Anindhita

Sat, 15 February 2020 at 18.36

Jika tidak diatasi dengan tepat bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Durasi baca: 50 detik.


Sifilis adalah salah satu penyakit yang wajib Anda ketahui dan diwaspadai. Sifilis yang merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum


Apabila tidak diatasi dengan tepat bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ otak, sistem saraf, hingga jantung, bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. Perlu diketahui bahwa, sifilis bersifat silent, bekerja dengan diam-diam melalui faktor risiko yang harus Anda waspadai. 


PENYEBAB

Adapun beberapa penyebab penyakit sifilis bisa terjadi. Diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seks tanpa pengaman, lebih dari satu pasangan, hingga hubungan seks antar laki-laki dan laki-laki. Penting juga untuk diketahui, bahwa orang dengan HIV lebih rentan terhadap penularan sekaligus dapat menjadi penyebar sifilis.

(BACA JUGA: Penyebab Kanker Rongga Mulut yang Wajib Diketahui)


Bahkan sifilis juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke janinnya. WHO menyatakan, sifilis dalam kehamilan adalah penyebab kedua terbanyak adanya stillbirth, prematuritas, berat lahir rendah, kematian neonatal, dan sebagainya.


Oleh karena itu apabila merasakan gejala-gejala sifilis, seperti luka pada genital yang tidak sakit dan terdapat ruam di bagian tubuh, maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.



(Foto: Eugenia Communications)


Ditemui di acara Seminar Media Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDSV, CEO Klinik Pramudia, “Pengetahuan masyarakat terhadap penyakit sifilis sampai saat ini masih minim, termasuk tentang deteksi dini terhadap penyakit ini. Padahal sifilis merupakan penyakit IMS yang dapat menyerang organ lain”.


PENGOBATAN

dr. Anthony juga menjelaskan ada 4 tahap pemeriksaan yang harus dilakukan untuk penyakit sifilis ini. Pertama adalah pemeriksaan fisik pada selaput lender dan kulit pada stadium primer dan sekunder. Tahap kedua adalah pemeriksaan Lab serologi darah (VDRL, TPHA), bisa digunakan untuk skrining awal dan lanjut.


Ketiga adalah pemeriksaan Dark-Field Microscopy dan keempat pemeriksaan CSF/Cairan Serebrospinal pada Neurosifilis. Jika sudah diketahui bahwa seseorang terkena sifilis, maka perlu segera dilaksanakan tatalaksana pengobatansSifilis. 


Hingga saat ini bakteri Treponema Pallidum masih sensitif terhadap antibiotik penisilin, sehingga obat pilihan utama terapi tetap dengan pemberian antibiotik golongan penisilin. Pemberian penisilin dapat melalui oral atau injeksi intramuskular dengan dosis yang berbeda-beda, tergantung stadium penyakit sifilis dan co-morbidititas (penyakit/kondisi penyerta). 


(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com)

You Might Also LIke