“Inner beauty is a myth – and naive thought!”

Whoa, hold your mind, Glitzy. Kalimat di atas sama sekali tidak benar. Dikutip dari Psychology Today, kecantikan erat hubungannya dengan kondisi psikologis seseorang. Setidaknya, seorang perempuan harus mengetahui saat tertentu di mana ia merasa dirinya cantik. 

“Beauty it is such a complicated concept because we all have such different views on what beauty feels and looks like. My idea of beauty might be completely different from yours. So, when I talk about beauty, I’m not just talking about fashion, makeup and style – I’m also talking beauty from within,” kata sosiolog asal Amerika Serikat, Martha Beck. Jadi apa yang Anda rasakan dalam diri Anda akan terefleksi ke luar, Glitzy.

Dari pernyataan Martha Beck di atas, kecantikan tak hanya berasal dari luar, namun juga dari dalam diri Anda. Keduanya saling berkaitan dan tak bisa terlepas satu sama lain – saling menyeimbangi. Jadi buat apa mempercantik luar saja tanpa diimbangi dalam diri Anda – begitu juga sebaliknya?

Yves Saint Laurent pernah mengatakan, “The most beautiful makeup for woman is passion, but cosmetics are easier to buy.” Artinya, memancarkan kecantikan dari luar tidaklah sulit. Thanks for makeup! Tapi memancarkan kecantikan dari dalam, jauh lebih sulit. Anda pasti tidak hanya satu atau dua kali menemukan perempuan dengan kecantikan fisik namun tetap terlihat tak menarik, bukan? Alasannya hanya satu – ia tidak tahu bagaimana memancarkan kecantikan dari dalam dirinya. Your mindset about beauty is absolutely take effect. Lalu, bagaimana cara memancarkannya? Here are the tips.




Cantik Itu Relatif

Tak perlu Anda membandingkan kecantikan diri Anda dengan orang lain – apalagi jika orang tersebut adalah artis. Tak perlu berlebihan dalam membandingkan diri Anda. Dengan menyadari jika kecantikan itu sifatnya relatif, Anda jadi lebih bisa menonjolkan sisi kecantikan Anda. Jangan biarkan penilaian sebagian orang merusak kepercayaan diri Anda.


Tanya Pada Pasangan

Tidak, Glitz tidak menyarankan Anda bertanya secara langsung. Anda bisa menilainya dari tatapan mata pasangan Anda. Ellen McGrath, psikolog klinis dari The Bridge Coaching Institute menyarankan agar Anda menatap mata pasangan saat sedang menghabiskan waktu makan malam – candle light dinner will be perfect. Tatap matanya dan Anda akan tahu bagaimana ia menilai Anda. Ini saat di mana Anda dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda.


It’s Not About You

“Show up at a party with a group of friends and you'll automatically appear more attractive,” kata Bernie Carducci, professor of psychology di Indiana University Southeast. Kecantikan itu bukan bagaimana Anda berpenampilan saja, namun juga bagaimana Anda membawa diri Anda di lingkungan sosial. Bersosialisasi sangat penting untuk dapat memancarkan kecantikan Anda. Jangan kukung diri Anda–bergaul lah!


Size Doesn’t Matter

“If you think of your body as an instrument, you'll see it as something that you can shape and transform,” kata Stephen Franzoi, psychology professor di Marquette University. Jadi tak perlu terlalu sibuk memikirkan kesempurnaan bentuk tubuh. Anda justru lebih baik mencari potensi kecantikan tubuh Anda daripada sibuk memikirkan bagaimana orang lain melihat tubuh Anda. Kenali tubuh Anda.


Inner Beauty Makeover Is Needed

“Replace critical thoughts, such as 'my disgusting, fat thighs,' with something more neutral, such as 'my large, muscular legs’,” saran James Rosen, professor of psychology dari University of Vermont. Menurutnya, dengan memberikan penilaian positif, maka Anda akan memancarkan aura yang positif juga. Lagipula, pada akhirnya kecantikan dalam diri Anda lah yang sifatnya abadi.


Menarik Itu Cantik Yang Sesungguhnya

Buat diri Anda menarik. Pikiran Anda sangat bermain untuk menjadi menarik. Pasti Anda pernah bertemu dengan perempuan yang biasa saja dari segi fisik, namun entah karena suatu alasan, ia malah tampak menarik. Ini karena ia memiliki tingkat kepercayaan diri dengan cukup mengenal dirinya sendiri. Jangan biarkan orang lain menilai Anda sebelum Anda mengenali kelebihan diri Anda sendiri.

(Shilla Dipo, Image: Corbis)