×

Stay in The know

Health & Body

Tips Memilih Pembalut Saat Menstruasi Agar Terhindar dari Bau Tidak Sedap

Tips Memilih Pembalut Saat Menstruasi Agar Terhindar dari Bau Tidak Sedap
Andiasti Ajani

Fri, 22 May 2020 at 18.36


PILIH PEMBALUT YANG MEMILIKI DAYA SERAP TINGGI

Tips memilih pembalut saat menstruasi yang pertama adalah pastikan pembalut yang Anda gunakan memiliki daya serap tinggi. Memakai pembalut dengan daya serap tinggi saat menstruasi, akan membuat area vagina Anda tetap kering.


Sehingga, bisa menahan pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau tidak sedap serta gangguan-gangguan lain yang mungkin muncul saat menstruasi.


PILIH PEMBALUT YANG TIDAK MEMILIKI AROMA

Tips memilih pembalut saat menstruasi yang kedua adalah pastikan pembalut yang Anda gunakan tidak memiliki aroma atau wewangian tertentu. Meskipun aroma tersebut memiliki kesan alami seperti daun sirih misalnya.


Secara logika, aroma pada pembalut memang memiliki fungsi untuk meminimalkan risiko bau tidak sedap yang muncul di area vagina saat menstruasi. Tetapi, bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, aroma pada pembalut justru membuat kulit Anda rentan terhadap gatal dan keputihan.


Sehingga, pembalut beraroma justru akan membuat bau di area vagina semakin parah. Karena itu, bagi Anda para pemilik kulit sensitif, coba perhatikan lagi saat beli pembalut. Sebab, ada jenis pembalut yang diciptakan khusus untuk Anda para pemilik kulit sensitif.


Biasanya, di bungkus pembalut tertera tulisan ‘Hipoalergik’ atau ‘Hipoalergic’ yang artinya, aman jika digunakan oleh Anda yang mungkin memiliki kulit sensitif.


PILIH PEMBALUT YANG MENGANDUNG ANTIBAKTERI

Tips memilih pembalut saat menstruasi yang ketiga adalah, pastikan pembalut yang Anda gunakan mengandung antibakteri. Pembalut yang mengandung antibakteri, bisa membantu Anda dalam menahan pertumbuhan bakteri dan jamur di area vagina.


Selain itu, pembalut antibakteri juga bisa mencegah infeksi dan iritasi pada area vagina yang mungkin saja terjadi. Entah karena gesekan pembalut ke kulit, atau pemakaian celana dalam yang terlalu ketat.




(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/annika gordon, freepik.com/freepik)
  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke