Salah satu gangguan fisik yang bisa menggangu psikologis seseorang bahkan memengaruhi hubungan dengan pasangan.

Durasi baca: 1 menit.


Disfungsi seksual merupakan sebuah gangguan fisik atau psikologis yang membuat seseorang atau pasangannya kesulitan mencapai kepuasan seksual. Tidak hanya terjadi pada laki-laki, tetapi juga bisa dialami oleh perempuan. Disfungsi seksual pada laki-laki sendiri dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, namun memiliki hubungan berbanding lurus seiring bertambahnya usia. Salah satu hal yang membuat masalah disfungsi seksual tidka pernah selesai adalah kurangnya pengetahuan atau kesadaran akan masalah ini. 


Di Eropa sendiri, sekitar 50 persen laki-laki mengetahui tanda dan gejala disfungsi ereksi, salah satu bentuk disfungsi seksual yang paling umum. Hal ini membuat pasien seringkali datang ke dokter dalam kondisi yang cukup berat dan mengalami kecemasan, malu, bersalah, bahkan depresi. Tidak jarang, masalah seksual ini bisa menjadi pemicu konflik dengan pasangan hidup. 



(Foto: Freepik.com/rawpixel.com)


Di dalam virtual press conference Men’s Health & Couple’s Well- being Clinic RSCM Kencana pada Selasa 27 Oktober 2020 yang lalu, Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI- RSCM menjelaskan, “Beberapa penelitian menemukan bahwa disfungsi seksual pada laki-laki ternyata juga dapat memicu terjadinya masalah atau gangguan jiwa tertentu. Beberapa masalah kejiwaan yang terkait seperti kecemasan yang menetap, adanya masalah marital yang memicu terjadinya disfungsi seksual, depresi, perasaan bersalah, stres, trauma, adiksi pornografi yang memicu timbulnya pornography induced erectile dysfunction.”

(BACA JUGA: 5 Mitos Seputar Seks yang Perlu Anda Ketahui Kebenarannya)


Dilihat dari fact sheet yang dibagikan oleh Eugenia Communications dalam kesempatan yang sama, ada beberapa tipe disfungsi seksual pada laki-laki yang harus Anda ketahui.


  • Disfungsi ereksi, kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.
  • Ejakulasi dini, mencapai puncak orgasme yang terlalu cepat.
  • Ejakulasi terlambat, waktu mencapai orgasme yang terlalu lambat atau tidak sama sekali.
  • Libido atau gairah rendah, penurunan minat terhadap hubungan seksual.