WHO sebut penularan virus corona bisa melalui udara apabila di dalam ruangan tertutup.

Durasi baca: 50 detik.


Di tahun 2020 ini kondisi dunia boleh dibilang cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hampir seluruh dunia mengalami wabah virus corona atau COVID-19. Merugikan banyak faktor, mulai dari ekonomi negara, pekerjaan masyarakat, hingga mengancam nyawa. 


Hingga artikel ini ditulis, dilansir dari situs worldometers kasus positif virus corona di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 12 juta, dengan angka kematian menembus 500 ribu jiwa, dan 7 juta penderita yang sudah sembuh. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, awal mula ditemukannya virus corona adalah di kota Wuhan, Tiongkok. 

(BACA JUGA: Penting! Begini Persyaratan Baru untuk Naik Pesawat di Tengah Pandemi Corona)


Cara penularannya pun cukup mudah dan masif. Virus corona ditularkan melalui droplet atau cairan yang keluar saat penderita sedang batuk atau bersin. Oleh karen itu, hingga saat ini seluruh orang di dunia disarankan untuk tetap melakukan physical dan social distancing, rutin cuci tangan, wajib menggunakan masker, menjaga pola makan sehat agar daya tahan tubuh tidak menurun, dan selalu sedia hand sanitizer. 



(Foto: Freepik.com)


Hingga kini belum ditemukan vaksin yang mampu mencegah virus corona ini. Bahkan baru-baru ini, Who (World Health Organization) mengumumkan bahwa virus corona bisa bertahan di udara dalam kondisi ruangan yang tertutup dan banyak orang. Sehingga dalam kondisi tersebut virus corona dinilai bisa menular melalui udara atau airborne. 


Sebelumnya WHO mengumumkan bahwa virus corona hanya bisa menular melalui droplet yang dikeluarkan penderita, namun kini WHO merivisi dan meninjau kembali penelitian penularan virus corona melalui udara setelah didesak oleh 200 ilmuwan. Dikutip dari laman nytimes.com, WHO juga menyatakan bahwa orang yang terinfeksi virus corona dapat menularkan virus baik ketika mereka memiliki gejala ataupun tidak memiliki gejala atau disebut dengan Orang Tanpa gejala (OTG). 

(BACA JUGA: Jauh Sebelum Corona, Manusia Pernah Terpapar Pandemi yang Lebih Mengerikan)


Meski demikian, WHO tetap menekankan bahwa penularan virus corona lebih banyak terjadi akibat droplet dan melakukan kontak dengan penderita. WHO menyarankan agar masyarakat tetap menghindari tempat ramai, hindari kontak dengan penderita dan ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk. WHO juga menginformasikan bahwa rumah dan kantor atau ruangan yang tertutup harus memiliki saluran ventilasi atau udara yang sangat baik.


(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/teksomolika)