Stay in The know

Health & Body

Ternyata, Ada Garis Tipis Yang Membedakan Antara Ambisi dan Obsesi. Ini Penjelasannya

Ternyata, Ada Garis Tipis Yang Membedakan Antara Ambisi dan Obsesi. Ini Penjelasannya


Glitzy, it’s time for you to feed your mind. The theme for today is ambition versus obsession—the thin line between them. Okay, without talking any longer, let’s start it now. Pikirkan, apakah ada sesuatu yang ingin Anda capai dalam 5–10 tahun ke depan, apa yang sangat Anda inginkan? 

Jika Anda tidak mencapainya, apa yang Anda lakukan? Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini sebenarnya akan menunjukkan keberadaan Anda pada dua sisi berbeda—Obsession’s team or ambition’s team. Sebenarnya, mana yang lebih baik untuk Anda di antara keduanya?

Menurut The Webster’s Dictionary, ambisi adalah keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup dan mencapai hal-hal besar atau baik yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan obsesi yang diartikan sebagai ide, pikiran, bayangan, atau emosi yang tidak terkendali, sering datang tanpa dikehendaki atau mendesak masuk dalam pikiran seseorang yang mengakibatkan rasa tertekan dan cemas. 

Jika Anda melihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, ambisi diartikan sebagai keinginan (hasrat atau napsu) yang besar untuk menjadi sesuatu, seperti pangkat dan kedudukan atau melakukan sesuatu. Definisi ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan versi The Webster’s Dictionary. Sedangkan obsesi diartikan sebagai gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan.

Mengapa penting untuk mengetahui keduanya? Karena banyak orang yang terjebak dalam obsesi untuk menjadi atau mendapatkan sesuatu. Bahayanya, seseorang yang terobsesi akan sesuatu, justru akan menghalalkan segala cara untuk mencapai targetnya tersebut—termasuk menempuh cara buruk. 


Kalau sudah begini, tentu banyak kerugian yang akan dialami oleh diri sendiri maupun orang lain di sekitar Anda, seperti halnya:

  • Stres. Banyak orang mengalami perasaan tertekan akibat tidak bisa memenuhi obsesinya akan suatu hal. Tentu Anda tahu bahwa stres bisa berdampak sangat buruk, mulai dari jatuh sakit, gangguan jiwa, hingga kematian karena bunuh diri—duh, jangan sampai, deh!
  • Merugikan orang lain. Karena dengan obsesi Anda dapat menghalalkan segala cara, maka tentu sangat mungkin bagi Anda untuk ‘menyikut’ orang lain. Anda akan melakukan cara apapun—termasuk cara kotor—untuk memenuhi obsesi Anda.
  • Membuang waktu. Pernahkah Anda sangat menginginkan sesuatu hal dan merasa biasa-biasa saja saat sduah mendapatkannya? Nah, seringkali obsesi membuat seseorang merasakan hal ini, karena ekspektasi lebih besar dari realita. Akibatnya, Anda hanya membuang waktu untuk mendapatkan hal yang tidak worth it.
  • Hidup tak seimbang. Anda tentu tahu akan pentingnya keseimbangan hidup (BACA: PENTINGNYA MENERAPKAN FILOSOFI YIN DAN YANG UNTUK KESEIMBANGAN HIDUP ANDA). Jika Anda terlalu terobsesi pada suatu hal, keseimbangan ini justru tidak tercipta sehingga muncul rasa cemas berlebih, tegang, dan tak ada rasa damai di hati Anda.


Agar Anda tak terjebak dengan obsesi, Glitz Media pun telah merangkumkan langkah apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mengejar ambisi. Check this out!

  • Ukur Kemampuan
Nilai diri Anda. Seberapa besar potensi yang Anda miliki untuk mencapai keinginan tersebut? Tak perlu melebih-lebihkan. Belajarlah untuk jujur dengan diri sendiri.

  • Kritik Diri

Setelah menulis potensi Anda, saatnya mengkritik diri sendiri. Apa saja sih, kekurangan Anda yang dapat menghambat pencapaian mimpi Anda? Sekali lagi, tak perlu malu mengakuinya. Remember, victorious loves preparation. Salah satu persiapannya adalah mengenali diri dengan lebih baik.

  • Opini Orang Lain

Minta seseorang yang sangat mengenal Anda untuk menyebutkan kelebihan dan kekurangan Anda. Katakan padanya untuk mengungkapkan secara jujur. Jika ada yang tak sesuai, tanyakan alasan dan jangan membantah. Lebih baik Anda tampung terlebih dahulu untuk direnungkan. Siapa tahu hal itu justru sesuatu yang tak Anda sadari.

  • Nikmati Prosesnya

Yup, enjoy the process. Untuk mencapai tujuan, Anda perlu mengalami keberhasilan dan kegagalan. Justru kegagalan lah yang membuat Anda mendapatkan banyak pelajaran berharga dan melangkah semakin dekat dengan mimpi Anda. Nikmati setiap liku perjalanan Anda menuju penggapaian mimpi tersebut. You’ll get what you pay for.

  • Be Focus and Have Fun!

Banyak orang yang terlalu fokus dengan tujuannya sehingga terobsesi dan menjadi sosok yang tak menyenangkan. Anda tetap perlu bersenang-senang tanpa lupa akan mimpi Anda. Setiap hal—baik usaha, istirahat, dan hiburan—memiliki porsinya masing-masing. Life is a game and you have to play it well–have fun!

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

Author:

You Might Also LIke