Cegah Fibrilasi Atrium (FA) dengan gerakan “menari” dan pola hidup ini.


Bukan hanya kanker payudara yang bisa Anda deteksi secara mandiri (SADARI), tetapi salah satu penyakit kelainan pada irama jantung atau yang dikenal dengan Fibrilasi Atrium (FA) juga bisa Anda periksa dengan Meraba Nadi Sendiri (MENARI). Gerakan ini merupakan salah satu trik termudah yang bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah setiap baru bangun tidur. Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, FasCC, selaku spesialis kardiolog memberikan beberapa trik melakukan MENARI dan beragam pola hidup yang wajib Anda lakukan agar terhindar dari penyakit ini.


MENARI

Anda hanya perlu meletakan tiga jari kanan ke pergelangan tangan kiri—bagian urat nadi. Rasakan setiap getaran yang berdetak di urat nadi Anda. Seorang yang terkena FA biasanya mengalami kecepatan interval irama jantung sebanyak <200ms (microsecond) atau sekitar >300 kali per menitnya. Anda juga harus waspada jika detak mulai tidak beraturan—kadang cepat, melambat, lembut atau kencang. Padahal denyut nadi yang normal adalah 60 – 100 kali per menitnya serta berdetak secara konstan dengan kecepatan sama.


Hindari Lemak Jenuh

Anda harus menghindari segala jenis makanan yang mengandung lemak trans atau salah satu jenis lemak paling buruk untuk tubuh seseorang. Jenis lemak ini sangat sering ditemukan di dalam camilan sehari-hari seperti kue kering, biskuit, keripik kentang, jagung, tortilla, segala jenis makanan yang digoreng, tinggi garam, hingga krimer dan margarin.


Memilah Jenis Makanan

Sebaiknya ganti camilan Anda dengan beragam jenis makanan sehat lainnya seperti buah, sayur, biji-bijian dan asupan yang mengandung banyak serat. Selain itu, penuhi asupan gizi serta nutrisi dengan mengonsumsi susu murni segar dan unggas—tanpa kulit dan direbus. Jika ingin memakan daging merah seperti sapi pilihlah bagian yang paling rendah lemak—tenderloin.


Olahraga Teratur

Carilah jenis olahraga yang tidak terlalu berat seperti aktivitas aerobik. Anda bisa melakukan jalan cepat selama 30 menit – 1 jam setiap hari atau berenang sebanyak 2 – 3 kali dalam seminggu. Masalahnya, jika Anda malas untuk berolahraga maka risiko terserang penyakit kardiovaskular akan meningkat sebanyak 51%.


Stop Merokok

Merokok tidak hanya menyebabkan kerusakan pada paru-paru tetapi juga menghambat proses aliran darah dan oksigen yang memperlebar risiko terjadinya FA. Namun, bagi Anda yang tidak merokok, sebaiknya hindari pula kebulan asap, karena perokok pasif memiliki 30% riskio terkena FA. 


(Elizabeth Puspa, Foto: pexels.com)