Stay in The know

Health & Body

Simak Perbedaan Antara Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus

Simak Perbedaan Antara Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus

Mirip tapi tidak sama, ini perbedaannya.

Durasi baca: 1 menit 20 detik.


Diabetes insipidus dan diabetes melitus mungkin memiliki gejala yang serupa, namun ternyata keduanya sangat berbeda. Menurut Diabetesinsipidus.org diabetes melitus merupakan penyakit akibat kelebihan glukosa dalam darah karena produksi hormon insulin berkurang. Sedangkan diabetes insipidus, terjadi akibat rendahnya hormon ADH (Antidiuretic hormone) yang menyebabkan ginjal tidak mampu menyerap kelebihan air di dalam tubuh dan membuangnya langsung menjadi air seni dalam jumlah tidak normal—terlalu sering. Selain itu, masih banyak beberapa perbedaan antara diabetes insipidus dan diabetes melitus seperti berikut.

(BACA JUGA: Pahami dan Hindari Kebiasaan Buruk Penyebab Terjadinya Diabetes Sejak Dini)

(BACA JUGA: 5 Rekomendasi Buah yang Baik untuk Penderita Diabetes) 


DIABETES MELITUS MELIBATKAN KENAIKAN GULA DARAH

Diabetes melitus terjadi akibat adanya lonjakan resistensi insulin yang berfungsi mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Ketika hormon tersebut tidak dapat bertugas secara maksimal, maka akan terjadi penumpukan jumlah glukosa yang menyebabkan konsentrasi gula di dalam darah ikut melambung. Penderita umumnya akan mengalami kerusakan pada sistem pankreas, sehingga kadar insulin tidak dapat terkontrol secara baik.

(BACA JUGA: 8 Mitos Tentang Diabetes Yang Perlu Anda Ketahui Kebenarannya)


DIABETES INSIPIDUS MELIBATKAN KENAIKAN KADAR AIR DARAH

Pada kondisi normal tubuh menghasilkan hormon vasopressin atau hormon anti diuretik yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Vasopressin bekerja di dalam ginjal dan pembuluh darah, untuk mencegah hilangnya cairan dari tubuh guna membantu ginjal menyerap air. Ketika sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka penderita diabetes insipidus akan mengalami rasa haus yang berlebihan karena merasa tubuh kekurangan cairan secara terus menerus. Akibatnya, tubuh tidak mampu menampung jumlah kelebihan air dan langsung membuangnya menjadi urin dalam jumlah terlalu banyak melebihi batas normal.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke