Sering mengisi ulang botol minum plastik yang sudah terpakai, ternyata dapat menjadi sumber penyakit.

Limbah sampah plastik belakangan ini masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Padahal pada tahun 2016 lalu, pemerintah giat memberlakukan sistem pembayaran sebesar IDR 200 rupiah, untuk setiap menggunakan kantong plastik di swalayan. Meskipun peraturan tersebut kini sudah tidak berlaku lagi, namun bukan berarti Anda bebas untuk menggunakan barang-barang berbahan plastik begitu saja.

Sebagian orang masih gemar membeli botol minum plastik daripada membawa botol minum berbahan stainless steel ataupun kaca. Padahal, bahan plastik tidak hanya dapat membuat limbah semakin meningkat, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan seseorang. Menurut Journal Practical Gastroenterology, botol minum plastik mengandung Bisphenol A atau biasa dikenal sebagai BPA. Bahan kimia tersebut berfungsi untuk mempermudah proses mengeraskan dan membentuk plastik.

Dalam jurnal tersebut juga, secara tegas menganjurkan agar Anda hanya menggunakan botol plastik satu kali dan tidak boleh mengisi ulang botol plastik yang telah terpakai. Kandungan BPA dalam botol plastik mampu mengakibatkan beragam penyakit, mulai dari gangguan hormonal, kanker, menurunkan kemampuan kognitif pada janin, hingga gejala hiperaktif.

Pemakaian botol plastik secara berulang akan membuat bakteri dan kuman cepat masuk ke dalam tubuh Anda. Hal ini terjadi karena botol tersebut telah mengalami perubahan fisik dan penipisan yang memudahkan senyawa kimia terkontaminasi dengan tubuh seseorang. 

Mulailah mengganti kebiasaan membeli botol minum plastik dengan botol minum berbahan kaca atau stainless steel agar bisa mengisi ulang, untuk mengurangi risiko tersebut. “If you need a plastic bottle, I would recommend a polypropylene bottle, typically a white plastic,” tegas Scott Belcher, Ph.D, selaku Professor of Farmakologi, asal University of Cincinnati.

(Elizabeth Puspa, Foto: Jcomp/Freepik.com)