Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan rutin mengonsumsi vitamin dan mineral dosis tinggi. 


Kabar baik bagi kita semua karena vaksinasi virus Corona telah dimulai! Presiden Joko Widodo pun telah menjadi orang pertama yang menerimanya. Meski begitu, ketersediaan vaksin di Indonesia masih terkendala oleh faktor distribusi dan belum diketahui pasti sampai kapan jumlahnya bisa memenuhi kebutuhan 70% masyarakat Indonesia. 


Nah, beberapa waktu belakangan terdapat satu ide yang sempat menjadi perbincangan hangat di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Inggris, mengenai herd immunity atau kekebalan kelompok. Apakah istilah tersebut masih asing terdengar di telinga kamu? Yuk, mari simak informasinya lebih lanjut!


Herd immunity merupakan kondisi saat sebagian dari populasi di suatu area telah mengembangkan kekebalan terhadap wabah penyakit tertentu, sehingga penyakit menjadi sulit menyebar dan menginfeksi.


Saat jumlah orang yang kebal terhadap infeksi tersebut telah cukup untuk dapat menghentikan penularan penyakit, maka seluruh populasi akan terlindungi meskipun tidak semua orang telah mengembangkan kekebalan terhadap infeksi penyakit tersebut.



(Foto: wp.com)


Dilansir dari New York Times, untuk mencapai herd immunity pada kasus pandemi COVID-19, para ahli memprediksi bahwa sekitar 70% dari populasi harus mengembangkan kekebalan terhadap virus Corona. Sedangkan herd immunity sendiri terdiri dari dua tipe, yaitu herd immunity alami dan herd immunity buatan (melalui metode vaksinasi).


Metode herd immunity buatan dengan vaksin dinilai menjadi solusi yang jauh lebih aman dan etis untuk dilakukan. Vaksinasi juga efektif untuk melindungi populasi karena tidak hanya melindungi orang yang divaksin, namun juga mencegah orang tersebut untuk menjadi carrier sehingga orang lain juga terlindungi dari penyebaran penyakit.


Tapi tak berhenti sampai di situ. Selain vaksin, kamu juga perlu terus melakukan upaya mandiri dari dalam untuk mencegah penularan COVID-19 dengan melakukan herd immunity secara alami. Lalu, bagaimana caranya?

(BACA JUGA: 12 Daftar Penyakit Komorbid yang Belum Bisa Divaksin COVID-19)


RUTIN KONSUMSI VITAMIN DAN MINERAL DOSIS TINGGI

Selain menerapkan pola hidup yang sehat, seperti banyak minum air putih, makan buah dan sayur, serta berolahraga secara teratur, kamu juga perlu rutin mengonsumsi suplemen yang mengandung nutrisi lengkap.



(Foto: Shuterstock)


Panduan standar suplementasi tersebut berupa vitamin dan mineral dosis tinggi seperti vitamin C, Zinc, B Kompleks, dan juga vitamin D, yang dapat mencegah infeksi penyakit maupun untuk pengobatan gejala ringan hingga sedang.


Kali ini, kami merekomendasikan C2FIT, yang mengandung vitamin C, Zinc, dan B kompleks dengan dosis tinggi sesuai anjuran dan standar pemerintah. C2FIT juga dilengkapi dengan teknologi Slow Release yang dapat bekerja hingga 24 jam di dalam tubuh dan membuat penyerapan nutrisi lebih optimal dan kerja lebih efektif.


Selain itu, juga menggunakan vitamin C generasi ke-3 (atau Calcium Ascorbate) sehingga C2FIT aman dan ramah untuk dikonsumsi bagi orang yang memiliki masalah asam lambung. Wah, wajib stock di rumah, nih!



(Foto: C2FIT)


JAGA HIGENITAS DIRI SENDIRI DAN LINGKUNGAN

Dilansir dari website WHO, virus Corona dapat pula menular lewat droplet cairan tubuh, permukaan benda, lingkungan sekitar, serta lewat udara. Untuk itulah, kamu tak boleh abai dalam menjaga kebersihan diri sendiri serta lingkungan.


Pada bulan Mei 2020, WHO juga telah mengeluarkan dokumen berjudul WHO (Interim Guidance – Laboratory Biosafety Guidance related to Coronavirus Disease (COVID-19) dan dapat diakses pada https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/1277819/retrieve, yang salah satunya membahas tentang jenis antiseptik yang direkomendasikan untuk melawan virus Corona.


Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa jenis antiseptik yang telah terbukti ampuh membunuh virus Corona adalah yang mengandung senyawa Fenol dan alkohol. Disebutkan juga bahwa ada jenis antiseptik yang sebetulnya bisa jadi kurang efektif, seperti Benzalkonium Klorida dan Chlorhexodine.


Berdasarkan rekomendasi ini, maka masyarakat diimbau untuk membeli produk antiseptik yang mengandung komponen yang sudah terbukti ampuh dan efektif, serta sudah terbukti keamanannya.


(Foto: SeptiAir)


Nah, kamu pun bisa mencoba produk dari SeptiAIR, yang merupakan semprotan antiseptik multiguna untuk udara dan benda. Diformulasikan dengan kandungan senyawa Fenol (4-Chloro-3,5-dimethylphenol) yang sudah sesuai dengan rekomendasi WHO untuk COVID-19.


Lewat uji laboratorium, SeptiAIR juga terbukti dapat membunuh kuman hanya dalam 30 detik saja. Selain komposisi produk yang sudah memenuhi rekomendasi WHO, keamanannya pun sudah terjamin karena telah mendapatkan izin edar resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.


Untuk pilihan lain yang tak kalah praktis, kamu tentunya memerlukan tisu basah antiseptik setiap saat. Tapi catat, pilih produk yang telah lolos uji dermatologis dan ramah di kulit ya! Dan beruntungnya semua faktor itu dimiliki oleh SeptiWIPES!



(Foto: SeptiWipes)


Tisu basah antiseptik ini memiliki kandungan Etanol dan Fenol sebagai proteksi ganda yang terbukti ampuh melawan virus Corona. Kamu juga bisa menggunakannya untuk membersihkan permukaan HP, keyboard komputer, hingga pegangan di kendaraan umum, lho! Yuk, miliki dari sekarang juga!



(Meichella Nancy, foto: gldmd.com/Getty Images)