Pelindung wajah yang didonasikan tersebut diproduksi dan disalurkan oleh Sampoerna University. 

Durasi baca: 55 detik


Masih terbatasnya APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga medis membuat semua pihak berusaha membantu upaya pemerintah menangani virus Covid-19. Hal ini ikut dilakukan oleh Faculty of Engineering & Technology (FET) dari Sampoerna University yang memproduksi dan mendonasikan alat pelindung wajah. 


Menyadari kebutuhan yang mendesak tersebut, Sampoerna University menginisiasi upaya produksi dan donasi alat pelindung wajah kepada para tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan COVID-19 di Jakarta,” jelas Farid Triawan selaku Head of Mechanical Engineering Study Program, Sampoerna University.


Sampoerna University tidak sendiri, mereka bekerjasama dengan PT.Flexitech Evolusindo dan didukung oleh Asosiasi Printer Tridimensi Indonesia (Printridi) untuk membuat APD pelindung wajah.

(BACA JUGA: Inilah 4 Langkah Mencuci Masker Kain yang Benar)



Lebih lanjut, Farid menjelaskan bahwa proses produksi APD pelindung wajah dari Sampoerna University menggunakan teknologi percetakan 3D di laboratorium FET.  Teknologi tersebut memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah membuat prototype secara cepat dan fleksibilitas desain. 


Untuk memastikan dan memenuhi standar medis, Sampoerna University pun berkonsultasi mengenai desain dengan Asosiasi Printridi. Setelah itu, produksi dilaksanakan dengan teknologi canggih 3D printers di lab FET Sampoerna University.


Para dosen Design Communication Visual FET Sampoerna University pun turut bergabung  membuat desain yang bisa diproduksi secara massal di pabrik,” tambah Farid. 


Beberapa waktu lalu, APD pelindung wajah tersebut sudah didistribusikan secara bertahap ke beberapa rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya misalnya Rumah Sakit MMC dan Rumah Sakit Pondok Indah, dan RS Awal Bros Bekasi Timur. 


Total telah didonasikan 150 alat pelindung wajah ke RS MMC Kuningan Jakarta, 130 alat pelindung wajah ke RS Pondok Indah, dan 82 alat pelindung wajah ke RS Awal Bros Bekasi Timur.

(Anggia Hapsari, foto: Sampoerna University)