Salah satu penyakit yang wajib dihindari, lakukan pencegahannya berikut ini.

Durasi baca: 1 menit.


Tahukah Anda, hari ini tanggal 12 Maret 2020 merupakan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day). Di Indonesia sendiri Hari Ginjal Sedunia memiliki tema ‘Ginjal Sehat untuk Semua di Mana Saja’. Tentu saja tema tersebut memiliki pesan yang cukup penting untuk disampaikan kepada masyarakat, yaitu, lakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal serta akses layanan kesehatan untuk masyarakat luas. 


Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit ginjal yang wajib diwaspadai. PGK ini ditandai dengan adanya kerusakan fungsi ginjal yang berjalan lebih dari 3 bulan. Data global di tahun 2019 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang di populasi umum memiliki risiko mengalami PGK.

(BACA JUGA: 5 Cara Terhindar dari Risiko Penyakit Ginjal)


Bahkan pada saat ini diperkirakan 10 persen penduduk dunia yang mengalami PGK, akan tetapi 9 dari 10 orang tersebut tidak menyadari kondisinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena gangguan fungsi ginjal pada awalnya tidak menimbulkan gejala, sehingga keluhan biasanya akan timbul ketika fungsinya sudah sangat menurun.


Perlu diketahui, PGK merupakan penyakit yang bersifat progresif, apabila tidak diatasi dengan tepat dan cepat bisa mengakibatkan penyakit ginjal tahap akhir atau biasa disebut gagal ginjal.


Tentu saja jika sudah mengalami tahap ini, ada 3 modalitas pilihan terapi yang bisa dijalani, hemodialysis (cuci darah), peritoneal dialysis (CAPD), dan transplantasi ginjal.



(Foto: Eugenia Communications)


“Penyakit ginjal tahap akhir (gagal ginjal) mengenai sekitar lebih dari 5 hingga 10 juta orang di seluruh dunia. Angka ini hanya menunjukkan puncak dari fenomena gunung es, insiden PGk diperkirakan jauh lebih tinggi dari angka gagal ginjal”, ungkap dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH, Ketua Umum PB perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI).


Dr. Aida menambahkan bahwa di Indoensia sendiri menurut Riskedas 2018, prevalensi PGK mencapai 3,8 per mil. Jumlah ini cukup meningkat hampir dua kali lipat apabila dibandingkan dengan data di tahun 2013.