×

Stay in The know

Health & Body

Sadari: Pemeriksaan Payudara Sendiri, Menjadi Selfcare Anda Bulan ini

Sadari: Pemeriksaan Payudara Sendiri, Menjadi Selfcare Anda Bulan ini
Anggia Hapsari

Mon, 7 October 2019 at 08.01

Saatnya Anda melakukan Sadari pada waktu yang tepat untuk deteksi kanker payudara.

Durasi baca: 55 detik


Bulan Oktober ini merupakan bulan istimewa terutama perempuan. Sebagai bulan khusus untuk memperingati Breast Cancer Awareness, semua perempuan diajak untuk lebih peduli dengan kesehatan payudaranya.


Namun, tidak semua perempuan sudah memahami tentang pemeriksaan rutin kanker payudara. Mereka takut jika menemukan benjolan pada bagian dadanya. Padahal, tidak semua benjolan mengindikasi tumbuhnya sel kanker. Bisa saja hal tersebut hanya tanda sebuah kelenjar susu dan perubahan hormon di dalam tubuh. 


SAAT TEPAT UNTUK LEBIH SEHAT

Sebaiknya singkirkan semua rasa takut Anda dan mulai lakukan deteksi sejak dini dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari). 


Menurut Madelina Mutia, selaku salah satu pendiri LovePink Indonesia, “Waktu tepat melakukan Sadari adalah hari ke 7 – 10 setelah menstruasi hari pertama. Jadi kalau hari ini menstruasi, artinya minggu depan adalah waktu paling tepat melakukan sadari. Bukan setelah menstruasi selesai,” ujarnya.



Meski demikian, tahukah Anda bahwa kanker payudara ternyata bukan hanya menjadi pusat perhatian perempuan? Karena laki-laki memiliki kesempatan 1% untuk menderita hal serupa. Sehingga Anda tetap harus melakukan Sadari sedini mungkin. 


Bagi kaum adam maupun perempuan yang sudah menopause, pilihlah satu tanggal yang sama pada tiap bulannya. Misalnya setiap tanggal 5 Anda harus melakukan cek Sadari, untuk memastikan bahwa tubuh terbebas dari sel kanker,” ujar ibu dari satu anak ini.


Penyakit ini sebenarnya belum dapat dipastikan betul apa saja penyebabnya, namun secara keseluruhan faktor utama bersumber akibat buruknya pola hidup dan makan. 


Kanker payudara kini lebih sering menyerang usia muda 20 – 40 tahun. Mereka yang lebih gemar mengonsumsi makanan cepat saji dan junk food lebih berisiko besar terjangkit penyakit ini. Sebaiknya terapkan gizi seimbang serta penuhi kebutuhan nutrisi untuk menekan tumbuhnya indikasi sel kanker di dalam tubuh,” tutupnya.


(Elizabeth Puspa/ Anggia Hapsari, foto: Unsplash.com/ Jana Sabeth/ Sarah Cervantes)


You Might Also LIke