APA SAJA GEJALANYA?

Penyakit VWD memiliki gejala yang sangat bervariasi, tergantung pada tipe dan keparahan dari gangguan tersebut. Namun, kondisi yang paling umum dirasakan anatara lain:

  • Mudah mengalami memar.
  • Pendarahan pada hidung yang berlebihan dan sering.
  • Pendarahan dari gusi.
  • Pendarahan berat yang tidak normal selama menstruasi, kehamilan dan persalinan.
  • Pada VWD tipe III akan terjadi pendarahan yang sangat parah dan sulit terkendali, termasuk pendarahan pada persendian dan sistem gastrointestinal atau pencernaan.



(Foto: Dashu83/ Freepik.com)


BAGAIMANA CARA MENGOBATI VWD?

Hingga saat ini belum ada obat yang cocok untuk mengobati penyakit ini. Namun, Anda sebaiknya menghindari semua obat pengencer darah jenis aspirin atau NSAID, seperti ibuprofen (advil dan motrin) serta naproxen (aleve). Selain itu, Anda bisa mengikuti beberapa terapi seperti berikut.

  • Terapi non-pemindahan: Dokter akan memberikan resep desmopressin (DDAVP), yang merupakan obat untuk tipe 1 dan 2A. DDAVP berfungsi untuk menstimulasi pelepasan VWD dari sel-sel tubuh. Efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala, tekanan darah rendah dan percepatan detak jantung.
  • Terapi penggantian: Menggunakan Humate-P atau Alphanate Solvent Detergent/ Heat Treated (SD/ HT). Obat ini merupakan dua jenis biologis atau protein rekayasa genetika. Obat ini dikembangkan dari plasma manusia. Mereka dapat membantu mengganti VWD yang rusak atau bekerja tidak semestinya dalam tubuh Anda. Efek samping yang umum terjadi adalah rasa sesak pada bagian dada, timbul ruam dan pembengkakan.


(BACA JUGA: Metode Menghitung Jumlah Protein yang Tepat Saat Sarapan) 


(Elizabeth Puspa, foto: Freepik.com)