Stay in The know

Health & Body

Rendahnya Tingkat Protein Bisa Sebabkan Penyakit Von Willebrand

Rendahnya Tingkat Protein Bisa Sebabkan Penyakit Von Willebrand

Kenali penyebab, gejala dan cara penanganan penyakit von willebrand.

Durasi baca: 1 menit 30 detik.


Anda mungkin masih sangat asing dengan penyakit von willebrand (VWD). Menurut Hemophilia.org, kasus VWD menyerang setidaknya 150.000 kasus per tahun di Indonesia. Meski masih tergolong rendah, namun Anda tetap harus mewaspadainya dan mengetahui secara lengkap apa penyebab, gejala hingga cara penyembuhannya seperti berikut.

(BACA JUGA: Selain Daging, Ini Makanan yang Mengandung Protein Tinggi) 


APA ITU VWD?

VWF merupakan sejenis protein yang membantu darah di dalam tubuh menggumpal. Namun, gangguan VWD justru bisa menyebabkan perdarahan. Kondisi ini terjadi ketika salah satu pembuluh darah pecah. Trombosit adalah sejenis sel yang bersirkulasi dalam darah dan menggumpal bersama-sama untuk menyumbat pembuluh darah yang rusak serta menghentikan pendarahan. VWD adalah protein yang membantu trombosit berkumpul, atau menggumpal. Jika kadar VWD fungsional rendah, maka bisa menyebabkan trombosit sulit membeku dengan baik hingga menyebabkan pendarahan yang berkepanjangan.



(Foto: Freepik.com)


APA YANG MENYEBABKAN PENYAKIT VWD?

Penyakit ini umumnya disebabkan karena faktor genetik. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit VWD terbagi menjadi 3 tipe, seperti berikut.

  • Tipe I: Jenis penyakit VWD yang paling umum dan menyerang sekitar 60% - 80% pasien. Mereka memiliki tingkat VWD atau protein yang lebih rendah sekitar 20% - 50% dari normal. Tipe ini tergolong masih ringan dan belum terlalu berbahaya.
  • Tipe II: VWD tipe II ditemukan pada 15% - 30% pasien. VWD tipe 2 ini terbagi menjadi empat subtipe, diantaranya tipe 2A, tipe 2B, tipe 2M dan tipe 2N, tergantung pada perilaku multimer dan rantai molekul VWF. Tipe ini menyebabkan cacat pada stuktur protein yang tidak dapat berfungsi dengan baik.
  • Tipe III: VWD tipe III paling sedikit terjadi, namun sudah masuk dalam kategori berbahaya. Penyakit ini membuat pasien mengalami pendarahan ke otot dan sendi secara spontan. VWD tipe III menyerang setidaknya 5% - 10% pasien. 

(BACA JUGA: Protein Nabati dan Hewani, Manakah yang Lebih Baik?) 

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke