Stay in The know

Health & Body

Pusat Penanganan Asma Menjawab Tuntas Pertanyaan Seputar Penyakit Pernapasan Ini

Pusat Penanganan Asma Menjawab Tuntas Pertanyaan Seputar Penyakit Pernapasan Ini


Asma merupakan penyakit yang sudah lama dikenal oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Diperkirakan, dua sampai lima persen penduduk Indonesia menderita asma. Meskipun jumlah penderita asma tergolong belum dalam jumlah yang membahayakan, namun pemahaman masyarakat tentang penyakit yang menyerang sistem pernapasan bawah ini masih dirasa kurang. Pasalnya, banyak masyarakat yang menganggap bahwa asma tak dapat disembuhkan.

“Asma seringkali tidak terdeteksi atau terdiagnosa sehingga penyakit ini tidak tertangani dengan baik. Hal ini terjadi akibat minimnya pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai asma, serta kurang tersedianya sarana diagnosis untuk menegakkan penyakit ini di fasilitas kesehatan, misalnya tata laksana yang benar dalam uji paru dan tes diagnostik lainnya. Sebaliknya, pengetahuan dokter terkait cara penanganan yang benar perlu ditingkatkan dan mengikuti Pedoman Penanganan Asma yang sudah baku,” kata Prof. dr. Hadiarto Mangunnegoro, SpP(K), pemrakarsa sekaligus Direktur Asthma-COPD Center, pada seminar berjudul, ‘Asma Sukar Sembuh?’ yang berlangsung di Hotel Aryaduta Semanggi Jakarta tanggal 4 November 2015.


Dalam acara yang juga dihadiri oleh Prof. dr. Nirwan Arief, SpP(K), FCCP, Dr. Ratnawati, MCH, SpP(K), PhD, dan dr. Prasenohadi, SpP, KIC, PhD ini, pertanyaan seputar asma dijawab seluruhnya. Salah satunya seperti yang dikemukakan oleh dr. Ratnawati. 

“Banyak yang masih menganggap bahwa penggunaan inhaler tidak baik bagi penderita asma. Padahal, inhaler adalah cara penanganan yang paling ampuh karena langsung membenahi area pernapasan yang membutuhkan. Bahkan, penggunaan 3 – 4 kali sekaligus pun tak mengapa jika pernapasan penderita belum juga lega,” kata perempuan yang berprofesi sebagai dokter spesialis paru dan pernapasan RS. Siloam Asri tersebut.

Tak hanya membahas mengenai penyakit asma, namun pada kesempatan tersebut  Rumah Sakit Siloam Asri juga menyampaikan perlunya perawatan intensif untuk membuat pasien asma menjadi lebih nyaman. 

“Dengan melakukan pemeriksaan rutin, dosis yang diberikan kepada pasien akan menurun secara berkala. Bahkan, pasien dapat hidup seperti orang normal yang tak memiliki asma. Syarat utamanya tentu keinginan pasien untuk datang ke tempat penanganan yang tepat, salah satunya Asthma-COPD Center Rumah Sakit Siloam Asri yang didukung oleh dokter-dokter ahli spesialis terkemuka,” tutup Prof. dr. Hadiarto Mangunnegoro, SpP(K).

WAJIB BACA: 5 MITOS DAN FAKTA YANG PERLU ANDA KETAHUI SEPUTAR PENYAKIT ASMA

(Shilla Dipo, Images: Glitz Media, Corbis)

You Might Also LIke