Kenali jenis kandungan potensi toksin berikut. 

Durasi baca: 50 detik 


Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang terpapar kandungan sabun. Sekitar 60 pesen zat yang terkandung dalam sabun diserap ke dalam kulit dan dibawa dalam aliran darah. Membran semipermeable yang berfungsi menyerap vitamin dan mineral juga dapat menyerap bahaya dalam bahan kimia. Semakin efektif sabun bekerja, konon semakin banyak kandungan kimia berbahaya di dalamnya. Isu ini bukan isapan jempol belaka, zat berbahaya dalam sabun yang terakumulasi dalam tubuh dapat mengganggu hormon, mengaktifkan alergi, meracuni daerah reproduksi bahkan meningkatkan risiko kanker. Melansir dalam Healthywomen.org, berikut kandungan sabun yang berpotensi menjadi toksin dalam tubuh. 


PEWANGI

Wewangian adalah kandungan yang menarik konsumen karena memberikan sensasi keharuman saat mandi—bahkan bertahan lebih lama di kulit setelahnya. Namun, sadarkah Anda akan bahaya dari zat yang satu ini? Campuran kimia dengan komposisi bahan yang tidak diketahui menjadi salah satu alasan wewangian menyolok pada sabun perlu dikhawatirkan. FDA mewajibkan perusahaan memaparkan secara rinci apa saja yang terdapat dalam kandungan parfum sabun kepada konsumen khususnya tertera dalam tabel kandungan bahan pada kemasan. Bahan kimia sintetis dan racun penyebab kanker seperti phthalates biasa digunakan dalam pembuatan wewangian. Eksposur secara konstan wewangian telah terbukti berdampak negatif terhadap sistem saraf pusat yang memicu alergi, migarin dan asma. 



(Foto: Silviarita/Pixabay.com)