Waspada tanda-tanda terserang kanker payudara.


Memprediksi pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh manusia begitu sulit. Rasa sakit yang tidak terasa membuat sebagian orang 'kecolongan' terhadap sel ganas tersebut. Madelina Mutia, selaku pemilik dari LovePink Indonesia serta mantan penyandang kanker payudara, memberikan beberapa tip yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui perubahan pada payudara saat terserang kanker.


Terdapat Benjolan

Gejala awal yang paling mudah mendeteksi kanker payudara adalah tumbuhnya benjolan pada bagian dada. Anda dapat mengeceknya dengan melakukan teknik (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Sadari. Pada saat meraba payudara dan terasa ada sesuatu yang berbeda atau benjolan, maka segera lakukan cek ke dokter radiologi untuk melakukan USG.


Tekstur dan Bentuk Benjolan

Benjolan pada payudara yang mengindikasi kanker biasanya berbentuk bulat, keras dan menetap. Saat Anda memencet, biasanya tidak akan terasa sakit sama sekali, namun sesekali rasa nyeri dapat timbul tanpa Anda duga. Akan tetapi, jika rasa sakit timbul ketika menstruasi artinya Anda tidak perlu khawatir, karena saat haid kelenjar susu membengkak dan hormon di dalam tubuh ikut berubah yang memberikan efek nyeri pada bagian dada.


Kulit Keriput

Saat sel kanker mulai menggerogoti tubuh, maka bentuk payudara yang normalnya bulat, dan kencang akan berubah menjadi keriput seperti kulit jeruk atau lesung pipit pada payudara. Kulit akan terasa kering dan puting ikut mengerut, sehingga nampak tidak sehat.


Keluarnya Cairan

Bukan hanya bentuk yang berubah pada saat terindikasi sel kanker, tetapi kondisi di dalam payudara turut tidak stabil. Akibatnya Anda harus waspada jika tiba-tiba ada cairan yang keluar dari dalam puting. Padahal, kondisi Anda saat itu tidak sedang menyusui ataupun hamil. 


Keras dan Membesar

Bila tanda di atas Anda abaikan maka kemungkinan peningkatan ke stadium lebih tinggi menjadi begitu cepat terjadi. Akibatnya, benjolan yang tadinya kecil akan bertambah besar dan keras hingga menyerupai terbentuknya payudara ketiga. Hal inilah yang dapat memicu kematian. Sebaiknya tetaplah waspada serta lakukan USG.


(Elizabeth Puspa, Foto: Freestockcenter/Freepik.com)