×

Stay in The know

Health & Body

Perhatikan 8 Bahasa Tubuh Ini Untuk Mengetahui Kebohongan Seseorang

Perhatikan 8 Bahasa Tubuh Ini Untuk Mengetahui Kebohongan Seseorang
Saskia Damanik

Wed, 21 October 2015 at 23.57


Sesungguhnya kesedihan yang paling mendalam adalah bahagia dalam kebohongan. Semakin lama Anda percaya dengan hal tersebut, maka semakin sakit ketika Anda tahu faktanya, kan? Karena itu, ada baiknya Anda mengetahui kejujuran secepat mungkin—sesakit apapun itu. 

Untuk segera mengetahuinya, ternyata ada tanda-tanda tertentu ketika orang berbohong. Tanda-tanda ini dapat Anda lihat dari gerakan tubuhnya, karena secara psikologis, tentu ada perbedaan saat seseorang mengutarakan kejujuran dengan orang yang menutupi sesuatu dengan kebohongan. Hal ini terjadi karena orang tersebut memiliki rasa takut secara psikis jika Anda mengetahui kejujurannya.

Lalu, apa saja bahasa tubuh yang menandakan suatu kebohongan? Ini hasil pencarian Glitz Media.


Kerutan Dahi

Menurut Martin Soorjoo—melalui bukunya yang berjudul The Black Book of Lie Detection—seseorang cenderung mengerutkan alis ke tengah atau menaikkan kedua alisnya untuk menutupi sesuatu. Gerakan ini disebabkan oleh upaya orang tersebut untuk mengingat kebohongannya sekaligus untuk meyakinkan Anda atas kebohongan yang ia ciptakan.


Perubahan Mata

Just like people said, eyes tell the truth. Namun, tanda ini bisa menjadi acuan Anda jika Anda mengetahui kebiasaan dari lawan bicara Anda. Perubahan kebiasaan mata seperti cara mengedip yang lebih cepat atau pupil yang bergerak cepat dan tidak fokus. Selain itu, biasanya orang yang aktif dengan tangan kanan, akan cendurung melihat ke kanan atas untuk merangkai kebohongannya. Namun hal tersebut tak bisa menjadi satu-satunya tanda. Harus ada tanda lain jika ingin mengetahui apakah orang tersebut berbohong kepada Anda.


Tatapan Tajam

Jangan tertipu dengan keberanian si pembohong untuk melihat mata Anda lekat-lekat. Martin Soorjoo mengungkapkan bahwa pembohong yang telah meniatkan kebohongannya justru akan melihat mata lawan bicara lekat-lekat. Hal ini dilakukannya untuk meyakinkan lawan bicara atas kebohongannya. Cobalah untuk pura-pura percaya pada kata-kata yang Anda curigai. Kemudian palingkan wajah Anda tapi tetap memerhatikannya. Biasanya, orang tersebut akan menghela napas atau melemaskan bahunya karena lega kebohongannya tidak diketahui Anda.


Cara Bicara

Saat berbohong, seseorang akan bicara lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Tak hanya perubahan tempo bicara, nada suara yang lebih tinggi atau tegas juga justru bisa menjadi tanda. Ini disebabkan, ia berusaha meyakinkan Anda dengan kebohongannya. Selain itu, berbicara dengan tergagap atau bergetar juga menjadi salah satu indikator adanya kebohongan dari ucapan seseorang. Yup, a person’s voice can be a good lie ditector, Glitzy.


Informasi Berlebih

Too much information can be a sign if someone lies to you. Coba untuk membiarkannya bicara saat menyampaikan sesuatu. Menurut Joe Navarro dan John R Schafer dalam penelitiannya yang berjudul Detecting Deception, seseorang akan  menceritakan terlalu detail dan terus meluas jika orang tersebut sedang membohongi Anda. Kemungkinan besar, ia terus bicara karena merasa belum cukup meyakinkan Anda atas kebohongannya.


Pengulangan Jawaban

Seseorang yang berbohong akan fokus pada satu isu di mana hal tersebut adalah pembelaannya. Ia akan terus membalikkan pada kalimat tertentu saat ditanya terus menerus tentang suatu hal. Biasanya, ia telah memikirkan sebelumnya tentang alasan atau kebohongan tersebut sebelum mengutarakannya pada Anda. Jika ia ketahuan berbohong dan belum mempersiapkan jawaban, mungkin perkataannya tergolong meyakinkan, namun cobalah untuk memutar pertanyaan Anda. Jika Anda menanyakan lima pertanyaan, cobalah kembali ke pertanyaan nomor dua secara tiba-tiba. Biasanya ia akan terlihat berpikir keras untuk mengingat jawaban apa yang tadi telah ia sampaikan pada Anda.


Gerakan Tangan

Dikutip dari HealthCentral.com, seseorang yang berbohong cenderung memegang bagian wajahnya saat berbohong. Sebagian orang menutupi mulutnya, sebagian lagi memegang hidung, atau gerakkan membenarkan kacamata—jika ia mengenakannya. Orang yang berbohong juga biasanya ada gerakan menyeka dahinya seolah berkeringat. 


Memusatkan Perhatian Pada Anda

“Iya, kemarin malam saya tertidur. Eh, ada yang berbeda dengan rambutmu.” Cara seperti ini kadang menjadi upaya si pembohong untuk mengalihkan perhatian. Mungkin Anda tak akan teralihkan sepenuhnya, namun ia tengah mengulur waktu agar dapat memikirkan kebohongannya lebih detail. Agar tak seperti terlalu mencurigai, ada baiknya Anda tetap menanggapi pengalihan pembicaraan tersebut tanpa melupakan pembicaraan sebelumnya. Saat Anda bertanya lagi, mungkin ia telah mematangkan kebohongan. Saatnya memerhatikan tanda-tanda yang telah Glitz Media sampaikan sebelumnya.


Meskipun tanda-tanda di atas telah didasari oleh penelitian, namun Anda tetap harus mengetahui kebiasaan-kebiasaan orang tersebut. Ada sebagian orang yang memang terbiasa mengedipkan matanya berkali-kali meskipun sedang tidak berbohong. Anda tak perlu jadi curiga berlebihan dan menuduhnya macam-macam. 

Jika lawan bicara menunjukkan tanda kebohongan, langkah di atas bisa menjadi antisipasi Anda. Cari kebenaran lebih lanjut untuk bukti kebohongannya—bukan hanya sekedar tanda di atas.

(Shilla Dipo, Image: Corbis)

You Might Also LIke