Dalam hidup people pleaser, orang lain dianggap jauh lebih penting dibanding dirinya sendiri.


Pernahkah kamu mendengar istilah people pleaser? People pleaser adalah sebuah istilah yang ditujukan pada orang-orang yang hobinya, berusaha membuat orang lain merasa senang. Kalau digambarkan dengan pekerjaan, people pleaser adalah komedian yang tugasnya adalah membuat orang lain bahagia.


Padahal, para people pleaser ini juga seorang manusia yang punya perasaan dan butuh dibahagiakan. Sayangnya, beberapa people pleaser tidak menyadari bahwa diri mereka adalah people pleaser. Berikut ini GLITZMEDIA telah menuliskan beberapa ciri utama dari para people pleaser.


MERENDAHKAN DIRI SENDIRI

Tanpa disadari, para people pleaser seringkali merendahkan dirinya sendiri. Para people pleaser percaya bahwa satu-satunya cara agar mereka dicintai adalah dengan memberikan segalanya pada orang lain. Mereka juga beranggapan, ketika orang menunjukkan rasa peduli padanya, artinya ia adalah orang yang berguna.


TIDAK BISA BILANG TIDAK

Nah, siapa nih di antara kamu yang kaya gini? Susah sekali menolak ajakan atau permintaan dari orang lain, padahal kamu ingin sekali bilang tidak. Kalau kamu adalah tipe orang yang sulit berkata tidak terhadap orang lain, bisa jadi kamu adalah people pleaser nih.


BILANG SETUJU PADAHAL HATI TIDAK SETUJU

Ayooo, seberapa sering kamu menyimpan opini demi mendukung opini orang banyak? Mengatakan setuju padahal hati tidak setuju sebetulnya adalah hal yang lumrah. Asalkan, sebelum mengambil keputusan tersebut kamu sudah lebih dulu menyuarakan isi kepala dan hatimu.


Namun kalau kamu memutuskan untuk tidak bersuara hanya karena tidak mau di-judge oleh orang-orang di sekitarmu, misalnya dinilai tidak asyik karena tidak kompak, maka kamu kemungkinan besar adalah si people pleaser.

(BACA JUGA: Mengenal Borderline Personality Disorder yang Diidap Artis Ariel Tatum)



(Foto: shonawong.myportfolio.com)


Lantas, adakah efek buruk bagi kesehatan mental para people pleaser? Jawabannya ada. Kamu tentu akan merasa lelah, frustasi, kesal, dan marah pada diri sendiri.


“Kenapa sih aku tidak bisa menolak? Kenapa sih aku harus merendahkan diri? Kenapa sih aku tidak bisa menyuarakan pendapatku?”


Kalau sudah begini, maka kamu secara tidak sadar akan membenci dirimu sendiri. Ladies, bagaimana bisa orang mencintai kamu dengan tulus kalau kamunya saja tidak bisa mencintai dirimu sendiri. Karena itu, untuk kamu para people pleaser berhentilah.


Kalau lingkunganmu seakan-akan menuntut kamu untuk merendahkan diri atau harus selalu bilang iya dan setuju, maka lingkungan itu bukanlah lingkungan yang tepat untukmu. Mengapa? Karena kalau kamu berada di lingkungan yang tepat, maka kamu tidak perlu takut untuk tidak dicintai jika tidak melakukan apa-apa.


Karena ketika kita berada di lingkungan yang tepat, maka orang-orang di sekitarmu akan melihatmu lewat kepribadianmu. Kalau kamu adalah orang yang baik, mereka akan menilaimu baik meskipun tanpa embel-embel.


(Andiasti Ajani, foto: blog.hartmanity.com)