Stay in The know

Health & Body

Inilah Penyebab Vagina Bau Berdasarkan Aromanya

Inilah Penyebab Vagina Bau Berdasarkan Aromanya

Langsung saja temukan jawabannya di sini

Durasi baca: 1 menit.


Vagina, adalah area intim perempuan yang perawatannya susah-susah gampang. Tidak bisa terlalu kering tapi juga tidak bisa terlalu lembap. Ketika dibersihkan, tidak boleh menggunakan sabun tetapi juga tidak boleh terlalu sering menggunakan cairan antiseptik.


Itulah mengapa, banyak perempuan seringkali mengalami masalah pada area vaginanya. Mulai dari gatal, hingga bau tidak sedap. Penyebab vagina bau juga bermacam-macam. Tetapi utamanya adalah bakteri jahat.


Berikut ini GLITZMEDIA.CO telah menuliskan beberapa penyebab vagina bau berdasarkan jenis baunya. Jika Anda sedang mengalaminya, di bawah ini juga ada cara mengatasinya yang bisa Anda coba di rumah.

(BACA JUGA: Kesemutan pada Vagina, Pernah Mengalaminya?)


BAU BAWANG

Penyebab vagina bau bawang adalah karena Anda terlalu banyak mengonsumsi bawang-bawangan. Seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, dan jenis bawang lainnya.


Mengatasi vagina bau bawang sebetulnya cukup mudah. Yakni hanya dengan mandi! Bau bawang pada vagina sebetulnya terhitung sebagai bau badan alami. Caranya, basuh area vagina dengan air dan sabun rendah pH agar area vagina tidak kering.




BAU AMIS

Penyebab vagina bau amis adalah karena bakteri vaginosis. Melansir dari healthline.com, bakteri vaginosis membuat kondisi vagina jadi tidak seimbang. Bakteri ini juga bisa menyebabkan keputihan atau abu-abu yang baunya sangat amis.


Selain dengan mandi, cara mengatasi vagina bau amis adalah dengan mengonsumsi antibiotik. Sehingga jika Anda tengah mengalami permasalahan ini, jangan ragu untuk pergi ke dokter segera.


BAU ASAM

Penyebab vagina bau asam adalah karena trichomoniasis. Trichomoniasis adalah jenis penyakit seksual menular. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa, atau hewan satu sel berukuran kecil alias mikroskopik. Jika Anda mengalaminya, segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut dan obat antibiotik.


(Andiasti Ajani, foto: pexels.com/pixabay, vix.com)

You Might Also LIke