Kamu suka mengalaminya?


Saat flu atau pilek menyerang, hampir semua orang pasti merasakan sakit yang tidak hanya pada hidung, tetapi juga kepala. Dalam kasus yang berat, flu tidak hanya menyebabkan sakit di kepala tetapi juga di telinga dan mungkin tenggorokan.


Hidung, telinga, dan tenggorokan adalah jenis-jenis pancaindra yang saling terhubung. Itulah sebabnya dalam dunia kedokteran hidung, telinga, dan tenggorokan menjadi satu kesatuan dalam dokter spesialis.


Penyebab telinga sakit saat sedang flu adalah karena adanya penumpukkan lendir yang terjadi di dalam telinga. Flu atau pilek, bisa terjadi karena saluran pernapasan mengalami infeksi. Ya, tidak hanya hidung saja, tetapi tenggorokan dan tabung yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga juga terkena dampaknya.


Hal ini menyebabkan telinga dan tenggorokan kamu juga dapat ikut sakit ketika terserang flu. Belum lagi bila kamu flu disertai bersin, sudah dapat dipastikan kalau tenggorokan akan mengalami kekeringan dan berpotensi menimbulkan batuk.


Saat flu, produksi lendir di dalam tubuh menjadi lebih banyak dari biasanya. Lendir sebetulnya diproduksi secara normal untuk melembapkan hidung dan paru-paru.


Ketika flu, lendir yang berfungsi untuk menyaring kotoran ini akan berubah warna dan menyumbat hidung serta tabung eustachius yang ada di telinga bagian tengah.

(BACA JUGA: Racikan Minuman Tradisional yang Efektif Redakan Flu Saat Hamil)




Pada kondisi tubuh sehat, tabung tersebut akan melakukan gerakan buka tutup guna menjaga keseimbangan udara. Namun saat flu, tabung eustachius menjadi lebih sulit melakukan gerakan tersebut karena tertumpuk lendir.


Lendir tersebut kemudian akan menekan telinga bagian tengah. Sehingga, telinga menjadi sakit dan tidak responsif saat mendengar suara.


Meskipun sakit pada telinga akan berkurang seiring dengan berkurangnya penumpukan lendir di telinga, tetapi bukan berarti kamu tidak berupaya untuk menghindari atau menyembuhkan keadaannya. Membiarkan kondisi lendir bertumpuk di telinga, akan memicu munculnya bakteri.


Jika bakteri terus berkembang, maka telinga kamu dapat mengalami peradangan. Dalam kasus yang parah, telinga yang radang akan berubah menjadi infeksi. Jika telinga sudah infeksi, kamu juga dipastikan akan mengalami gangguan kesehatan yang lain seperti sakit kepala dan sulit tidur.


(Andiasti Ajani, foto: everydayhealth.com, mirror.co.uk)