×

Stay in The know

Health & Body

Tidak Ingin Berat Badan Naik Setelah Ramadan? Jangan Lakukan Hal Ini!

Tidak Ingin Berat Badan Naik Setelah Ramadan? Jangan Lakukan Hal Ini!
Andiasti Ajani

Sat, 4 May 2019 at 19.27

Langsung tidur setelah sahur hingga makan berlebihan, menjadi penyebab berat badan naik setelah Ramadan

Durasi baca: 1 menit 30 detik.


Ketika bulan Ramadan tiba, umat Muslim di seluruh dunia akan menyambutnya dengan penuh suka cita. Tidak heran, jika di bulan Ramadan banyak hal yang sebelumnya tidak ada, menjadi ada. Mulai dari momen berbuka puasa bersama, jajanan-jajanan khas berbuka puasa, semua akan ramai selama satu bulan penuh.


Tidak hanya itu, kesempatan tidak makan selama kurang lebih 12 jam, sering dimanfaatkan oleh beberapa orang sebagai ajang untuk berdiet. Tapi sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang justru mengalami kenaikan berat badan pasca puasa. 


Melansir dari berbagai media massa kesehatan, kenaikan berat badan setelah puasa Ramadan memang kerap terjadi dan bukan tanpa alasan. Berikut ini setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab berat badan naik setelah Ramadan. Jika Anda tidak ingin mengalaminya, pastikan untuk tidak melakukan hal-hal berikut ini selama bulan Ramadan.

(BACA JUGA: Metode Ini Mampu Turunkan 20 Persen Lemak di Dalam Tubuh)




LANGSUNG TIDUR SETELAH SAHUR

Penyebab berat badan naik setelah Ramadan yang pertama adalah kebiasaan langsung tidur setelah sahur. Tidak sedang bulan Ramadan saja, kebiasaan tidur setelah makan memang dilarang bukan? Alasannya karena makanan yang baru saja Anda makan, tidak bisa dicerna dengan baik.


Jika ingin tidur setelah sahur, sebaiknya tunggu minimal tiga jam setelah makan. Supaya, saluran pencernaan Anda bisa menggiling makanan yang masuk ke dalam perut terlebih dulu.


Jika Anda melanggar hal ini, dapat dipastikan bahwa saluran cerna akan mengalami gangguan terutama soal penyerapan nutrisi. Ketika saluran cerna gagal menyerap nutrisi, maka makanan yang Anda makan tidak akan menghasilkan energi.


Makanan tersebut justru akan menumpuk di dalam tubuh dan hasil akhirnya adalah menimbulkan lemak. Lemak inilah yang kemudian membuat bobot tubuh Anda bertambah, meskipun tidak makan apapun selama 12 jam.


AKTIVITAS FISIK BERKURANG

Penyebab berat badan naik setelah Ramadan yang kedua adalah, minimnya aktivitas fisik yang Anda lakukan. Menurut agama, tidur saat puasa juga termasuk di dalam salah satu nilai ibadah. Tetapi, sedikit bergerak saat puasa juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Terutama soal berat badan.


Meskipun perut kosong, bukan berarti kalori yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka akan hilang. Kalori yang lebih tidak bisa hilang begitu saja jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik.


Namun untuk menghindari rasa haus saat puasa, Anda bisa memilih berolahraga di waktu menjelang berbuka puasa. Sehingga, ketika Anda lelah karena berolahraga, bisa langsung mengonsumsi air putih sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang.




PORSI MAKAN LEBIH BANYAK

Penyebab berat badan naik setelah Ramadan yang ketiga adalah Anda tanpa sadar jadi makan lebih banyak. Baik saat sahur ataupun berbuka. Ketika berpuasa, ukuran usus secara otomatis akan mengecil. Sehingga, Anda makan sedikit saja, pasti sudah terasa kenyang.


Jangan takut kelaparan di siang hari jika saat sahur Anda makan sedikit makanan. Tuhan memberi tugas pada umatnya untuk berpuasa selama satu bulan penuh pasti ada alasannya. Salah satunya karena tubuh kita sanggup untuk tidak menerima makanan dan minuman selama 12 jam. Sehingga, makan dan minum secukupnya menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.


Jika Anda makan terlalu banyak, maka ibadah yang seharusnya Anda lakukan selama bulan Ramadan juga pasti akan sulit dijalani. Seperti salat tarawih atau mengikuti kuliah subuh di masjid.


(Andiasti Ajani, foto: lyunmai, thought catalog, bruce mars/unsplash.com)

You Might Also LIke