×

Stay in The know

Health & Body

Pentingnya Menghitung Siklus Menstruasi

Pentingnya Menghitung Siklus Menstruasi
Anggia Hapsari

Thu, 17 January 2019 at 14.04

Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Anda perlu mengetahuinya dengan benar.

Durasi baca 1 menit


Menurut dr Nadir Chan, Sp.OG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak YPK, Jakarta, menstruasi merupakan proses pertumbuhan sel telur menjadi matang dan penebalan dinding rahim yang siap menerima pembuahan.


Ketika tidak terjadi pembuahan dan tidak terdapat embrio yang menempel di dindin rahim, dinding rahim yang tebal tersebut akan luruh dan keluar dalam bentuk darah menstruasi,” ujar dr Nadir.

(BACA JUGA: Ketahui Kondisi Kesehatan Melalui Darah Menstruasi)


Menstruasi merupakan siklus bulanan yang terjadi pada perempuan pada masa pubertas atau reproduksi sebagai akibat dari mekanisme hormonal yang normal. Namun, sebagai rutinitas bulanan siklus mentruasi kerap kali diabaikan dan tidak menjadi perhatian khusus. 


PENTINGNYA MENGETAHUI MASA SUBUR

Padahal, memahami siklus menstruasi sangatlah penting untuk menghitung masa subur perempuan. Perhitungan masa subur ini digunakan untuk melakukan program hamil serta mencegah kehamilan secara alami. 



Tak hanya itu, siklus menstruasi juga bermanfaat untuk mendeteksi perubahan siklus menstruasi perempuan serta menduga adanya kelainan atau penyakit tertentu,” jelas dr Nadir. 


Siklus menstruasi yang sehat adalah siklus yang berlangsung antara 21-35 hari. Perempuan akan mengalami masa menstruasi selama tiga hingga tujuh hari. Meski demikian, ada juga perempuan yang mengalami masa menstruasi hingga sepuluh hari. 


Perbedaan masa menstruasi dan siklus mentruasi seorang perempuan disebabkan oleh keseimbangan hormon reproduksi serta pemakaian obat hormonal. 


SIKLUS TIDAK TERATUR DAN NYERI HAID

Sebagai seorang perempuan yang peduli terhadap kesehatan keluarga, Anda pun tentu harus memerhatikan kesehatan Anda. Tak terkecuali kesehatan organ reproduksi dan siklus menstruasi. Hal ini penting untuk menghindari berbagai masalah ringan ataupun serius pada organ reproduksi.


Jika siklus menstruasi tidak teratur, darah menstruasi keluar dalam jumlah banyak, dan bahkan mengalami nyeri hebat saat menstruasi, Anda perlu lebih waspada. 



Nyeri haid terjadi karena zat prostaglandin yang memicu kontraksi rahim. Mekanisme ini membuat seorang perempuan mengalami kram perut saat haid. Nyeri saat haid sebenarnya normal terjadi asalkan Anda masih dapat beraktivitas. 


Jika kram perut mengganggu aktivitas dan harus mengonsumsi obat pereda rasa sakit, bisa jadi Anda memiliki masalah serius seperti kista, miom, atau endometriosis. Tak ada salahnya memeriksakan kesehatan Anda secara teratur ke dokter spesialis kandungan. Umumnya pada saat pemeriksaan, dokter akan melakukan pemeriksaan USG dan darah di laboratorium.


SIKLUS MENSTRUASI TIDAK SEHAT

Agar tetap sehat, sebaiknya Anda mulai menghitung siklus menstruasi. Perhatikan apakah siklus menstruasi Anda kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Waspada juga jika ternyata darah menstruasi keluar lebih dari 14 hari atau terjadi pendarahan di luar masa menstruasi. 

(BACA JUGA: Menstruasi Tidak Teratur Waspada Penyebab Kista Ovarium)


Jaga pola makan dan batasi konsumsi gula, termasuk soda. Terlalu banyak mengonsumsi gula selain memicu diabetes, juga akan mengganggu hormon reproduksi. Pada anak remaja perempuan, terlalu banyak konsumsi gula akan memicu menstruasi dini yang akhirnya memperbesar kemungkinan menopause dini. 


(Anggia Hapsari, foto: Freepick.com, sickchirpse.com)


You Might Also LIke