Karena jika tubuh Anda alergi tato, maka berbagai reaksi tubuh setelah ditato akan bermunculan.

Durasi baca: 1 menit.

 


Cara setiap orang untuk memperindah tubuhnya bermacam-macam. Ada yang cukup dengan bersolek, mengenakan wewangian, menggunakan aksesori, menindik telinga atau bagian tubuh lainnya, hingga yang paling ekstrem adalah menato tubuh.

 


Tato, adalah teknik memasukkan pigmen atau tinta ke dalam lapisan kulit. Menurut sejarah, tato telah hadir di dunia bahkan sejak 3000 tahun sebelum masehi. Namun, di masa itu tato merupakan simbol atau penanda yang ada di dalam kebudayaan suku tertentu.



Bahkan, ada suku-suku yang menjadikan tato sebagai bukti strata sosial di dalam sukunya sendiri. Seiring berkembangnya zaman, tato kini tidak lagi menjadi hal yang memiliki daya magis. Tapi lebih ke kreasi yang ingin diutarakan oleh seseorang untuk mengingat momen atau hal-hal tertentu.



Namun sayangnya, tidak semua orang cocok dengan tinta yang biasa digunakan untuk tato. Karena faktanya, ada beberapa orang yang mengalami alergi ketika tubuhnya ditato. Penyebab alergi tato biasanya karena zat kimia yang terkandung di dalam tinta tato.



Selain itu, material besi atau jarum yang digunakan untuk menato, juga bisa menyebabkan timbulnya alergi pada tubuh seseorang. Lebih baik, jika Anda ingin menato tubuh sebaiknya periksakan diri dulu ke dokter untuk mengetahui apakah tubuh Anda rentan terhadap alergi tinta tato atau tidak. 

 (BACA JUGA: BukanSekadar Gambar, Tato 5 Artis Ini Memiliki Arti yang Dalam)

 





Jenis-jenis alergi tato sendiri bermacam-macam. Tapi GLITZMEDIA.CO telah mengompilasi tiga jenis alergi tato yang paling umum atau sering terjadi.


DERMATITIS

Jenis alergi tato yang pertama adalah dermatitis. Jenis alergi ini merupakan yang paling umum alias sering terjadi pada sebagian orang yang menato tubuhnya. Terutama, bagi mereka yang memilih tinta tato berwarna merah.

 


Karena, di dalam tinta tato warna merah terdapat zat bernama merkuri sulfida. Ketika masuk ke dalam tubuh, zat ini akan menimbulkan reaksi jika tubuh orang tersebut rentan. Seperti kulit ruam kemerahan, gatal, hingga bengkak.

 


FOTOSENSITIVITAS

Jenis alergi tato yang kedua adalah fotosensitivitas. Alias, alergi yang muncul ketika tato Anda terkena sinar matahari. Alergi ini, biasanya muncul jika Anda menato tubuh dengan tinta warna kuning atau merah. Karena kedua warna ini mengandung zat yang bernama kadmium sulfida.

 


Jika kandungan ini terkena sinar matahari, maka ia akan menimbulkan reaksi yang tidak biasa pada kulit. Jadi, pastikan untuk melakukan cek sebanyak mungkin sebelum memutuskan untuk menato tubuh dengan dua warna ini, ya!

 


RADANG AKUT

Jenis alergi tato yang ketiga adalah radang akut. Jadi, setelah tubuh ditato tiba-tiba area tersebut mengalami pembengkakan, iritasi, hingga kemerahan. Kondisi ini tidak hanya karena tinta tato saja, tetapi juga jarumnya.

 


Meskipun terdengar menyeramkan, namun kondisi ini normalnya akan hilang dalam waktu dua sampai tiga minggu. Namun jika dalam rentang tersebut radang akut Anda belum juga hilang, jangan pikir dua kali untuk memeriksakan diri ke dokter.

 




(Andiasti Ajani, foto: romina farias, kristian angelo, annie spratt/unsplash.com)