Seminar edukatif, mengajak masyarakat untuk percayakan kesembuhan jantung dan pembuluh darah di tangan dokter dalam negeri.

Hampir 31% angka kematian disebabkan karena penyakit jantung. Hal inilah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) kembali menggelar satu seminar menarik bagi publik, untuk menyembatani kesenjangan dalam layanan kesehatan yang efisien dan sesuai standar. Tak hanya itu, acara yang digelar pada tanggal 15 April 2016 ini juga merupakan serangkaian acara ‘Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association’ (ASMIHA) yang ke-25.

Mengingat angka kematian yang semakin tinggi tiap tahunnya, dalam kesempatan ini, dr. Anwar Santoso, PhD, FIHA, FasCC, FESC, selaku ketua umum PERKI ingin kembali mengingatkan betapa pentingnya sebuah pelayanan dan pendidikan untuk para dokter dengan memberikan penyuluhan pada masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan mereka.  

“Kami terus berupaya untuk membantu para pasien yang menderita jantung. Sebisa mungkin PERKI berinovasi memberikan pelayanan terbaru, seperti kemunculan teknologi Percutaneus Coronary Intervention (PCI), setidaknya alat ini telah berhasil mengurangi angka kematian akibat gagal jantung per tahunnya,” ungkapnya saat menghadiri seminar bersama media di kawasan Ritz Carlton, Kuningan.


Pada kesempatan yang sama pula, PERKI menghimbau para masyarakat untuk tidak terlalu pesimis dengan para dokter di Indonesia. “Kemajuan teknologi di negara kita saat ini sudah sangat berkembang pesat. Bahkan pasien tidak perlu lagi melakukan bedah untuk menyembuhkan penyakit jantungnya. Oleh karena itu, ada baiknya pengobatan dilakukan di dalam negri saja. Tak perlu buang uang dan waktu lebih hanya untuk berobat,” imbuh dr. Isman Firdaus, SpJP(K), selaku Excutive Secretary PP PERKI.

Peran pemerintah pun diharapkan dapat membantu para dokter. Kehadiran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam bentuk kartu BPJS, semakin memicu para dokter untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal, meskipun pasien hanya mampu membayar seadanya. Komitmen tersebut tentu mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari beragam lapisan, terutama bagi mereka yang kehidupannya di bawah rata-rata.

Oleh karena itu, jangan lagi gunakan alasan keamanan dan teknologi yang kerap kali membuat Anda berobat di luar negeri. Nyatanya negara kita saat ini telah memiliki para dokter spesialis handal dan teknologi muktahir yang tak kalah dengan negara tetangga. “Kami akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas tindakan atau pengobatan jantung yang terbaik bagi masyarakat,” tutup dr. Basuni, PhD, FIHA,FasCC, selaku Scientific Committee ASMIHA 2016.

(Elizabeth Puspa, Image: Dok. Eugenia Communication)