Stay in The know

Health & Body

5 Alternatif Pengganti Gula yang Aman

5 Alternatif Pengganti Gula yang Aman

Untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh, kurangi penggunaan gula dengan alternatif pengganti gula yang aman.

Durasi Baca: 1 menit


Hampir semua makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung gula. Namun, agar terhindar dari penyakit dan masalah kulit, Anda perlu menjaga dan memperhatikan jumlah konsumsi gula. Caranya dengan memilih produk alternatif pengganti gula yang aman.


PENGGUNAAN TAKARAN LEBIH SEDIKIT

Di pasaran, banyak dijual produk alternatif pengganti gula yang aman dan telah disetujui oleh BPOM (Badan Pengawasan Produk Obat dan Makanan). Pemanis tersebut biasanya lebih manis dari gula biasa dan dibuat dari zat alami serta gula itu sendiri. 



Ketika Anda menggunakan pemanis buatan, sebaiknya periksa dulu label pada pemanis buatan agar takarannya tepat, karena takaran gula dengan pemanis buatan berbeda. Anda hanya membutuhkan takaran gula sedikit saja dibanding dengan gula, untuk membuat makanan terasa manis.

(BACA JUGA: 5 Rekomendasi Buah yang Baik untuk Penderita Diabetes)


Bila Anda menghindari konsumsi gula, berikut ini lima alternatif pemanis alami yang bisa Anda gunakan: 


MADU

Madu adalah alternatif pemanis alami yang mudah ditemukan di mana saja. Madu dihasilkan dari sari bunga yang dikumpulkan lebah yang diekstrak dalam bentuk cairan sebagai bahan pangan koloni lebah. Rasanya yang manis membuat madu sering dijadikan sebagai pengganti gula.


(Foto: bbc.com)


Sebenarnya, jumlah kalori dalam madu lebih besar dari gula pasir. Bedanya, madu tak meningkatkan gula darah dalam waktu cepat. Kelebihan lainnya adalah kandungan vitamin B dan C yang baik untuk imunitas tubuh, serta potassium untuk meredakan sakit tenggorokan.


EKSTRAK AGAVE

Produk alternatif pengganti gula yang aman selanjutnya adalah ekstrak agave. Bedanya dengan gula, ekstrak agave memiliki indeks glikemik rendah dan membantu mengurangi sensitivitas insulin sehingga tidak meningkatkan gula darah secara cepat. Hal ini karena mengandung fruktosa yang tinggi yang dapat membantu menetralkan gula darah. 


SIRUP MAPEL

Sirup mapel adalah pemanis buatan yang bentuknya mirip dengan madu namun diekstrak dari getah pohon mapel. Satu sendok makan sirup mapel murni mengandung 52 kalori dan 13,5 gram karbohidrat. Sekitar 12,4 gram kandungan karbohidrat tersebut merupakan sukrosa.


Meski demikian, sirup ini mengandung magnesium, zinc, dan zat besi yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh sehingga dapat menjadi pengganti gula. 


STEVIA 

Alternatif pengganti gula yang aman selanjutnya adalah stevia yang diekstrak dari daun yang disebut glikosida. Daun ditempatkan ke dalam air panas, agar glikosida dapat dikumpulkan. Stevia disinyalir dapat membantu menurunkan tekanan darah dan level gula dalam darah. Kelebihan lainnya adalah stevia bebas kalori sehingga sangat membantu dalam penurunan berat badan.

(Foto:Caloriecontrol.org)


Gula dari stevia ini diklaim bermanfaat bagi kesehatan jantung, membantu menurunkan tekanan darah hingga 6 – 14 persen. Stevia juga disebut membantu memperbaiki masalah resistensi sel terhadap insulin.


Rasa manis stevia dirasa lebih baik dari gula biasa karena tidak menyebabkan gula darah naik. Meski demikian, Anda perlu tetap memerhatikan batasan mengonsumsi stevia, karena apapun yang dikonsumsi berlebihan tentu tidak baik. 


SIRUP YACON

Sebagai alternatif pengganti gula yang aman, sirup ini memiliki kadar kalori relatif rendah karena 50 persen dari kandungannya adalah frukto oligosakarida. Dikutip dari Health.com, ini adalah jenis jenis molekul gula yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh. 

(BACA JUGA: Simak Perbedaan antara Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus)


Sebenarnya, pemanis alami ini efektif untuk diet, tapi sayangnya sulit didapatkan di Indonesia. Gula ini pun dapat bekerja sebagai probiotik atau sumber makanan bagi bakteri baik pencernaan selain menurunkan produksi hormon ghrelin penyebab efek lapar.


Karena rasa dan bentuknya, sirup yacon lebih lazim ditambahkan pada salad ketimbang untuk menyeduh teh dan kopi. 


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash.com/ Rawpixel/ Yarden)




You Might Also LIke