Hati-hati, perhatikan kadar LDL di dalam tubuh Anda, karena bisa memengaruhi kesehatan tubuh.

Durasi baca: 55 detik.


Kolesterol merupakan salah satu zat yang ada di dalam tubuh manusia.  Tak jarang zat yang satu ini selalu dicap membahayakan dan mematikan. Padahal, tidak semua kolesterol bersifat jahat. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk melindungi saraf dan membuat sel serta hormon yang sehat. 

(BACA JUGA: Waspada, Inilah Gejala Kolesterol yang Terjadi di Usia Muda)


Kolesterol bisa berasal dari berbagai macam makanan dan minuman yang dikonsumsi dan hati memproduksinya lebih banyak. Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis kolesterol di dalam tubuh, baik dan jahat. Berikut sedikit penjelasan kolesterol jahat atau biasa disebut dengan LDL (low-density lipoproteins).


APA ITU KOLESTEROL JAHAT?

Layaknya lemak, kolesterol bisa Anda temukan di semua sel yang ada di dalam tubuh. Dan ternyata tubuh juga memerlukan kolesterol agar dapat bekerja dengan baik. Hal ini disebabkan tubuh memerlukan kolesterol untuk membentuk vitamin D, hormon, dan sebagainya. 


Tetapi perlu diingat terlalu banyak kolesterol di dalam darah bisa berbahaya memengaruhi kesehatan. Nah, hal ini yang biasa disebut dengan LDL atau disebut kolesterol jahat. 



(Foto: Freepik.com)


Mengapa? Karena kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan adanya penumpukan di aliran arteri pembuluh darah. Sehingga bisa menyumbat aliran pembuluh darah dan memengaruhi kesehatan tubuh, seperti serangan jantung atau stroke.


BAHAYA KOLESTEROL JAHAT

Lalu, bagaimana kadar LDL yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit arteri coroner dan yang lainnya? Apabila Anda memiliki kadar LDL yang tinggi, maka ada terlalu banyak kolesterol di dalam darah. LDL berlebih yang ada di dalam darah ini, akan bercampur dengan zat lain membentuk plak ada di arteri, disebut dengan atherosclerosis

(BACA JUGA: Sebaiknya Dihindari, Inilah 5 Makanan Penyebab Kolesterol!)


Penyakit arteri coroner dapat terjadi apabila adanya penumpukan pla di arteri jantung. Inilah yang menyebabkan arteri akan menyempit dan menghambat aliran darah ke jantung yang menyebabkan jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Akibatnya muncul rasa nyeri di dada dan jika sudah parah akan mengalami serangan jantung.


(Mondials Anindhita, foto: Medical News Today)