×

Stay in The know

Health & Body

Mulai Stres dan Depresi saat Melakukan PSBB? Lakukan Yoga, Yuk!

Mulai Stres dan Depresi saat Melakukan PSBB? Lakukan Yoga, Yuk!
Anggia Hapsari

Sat, 11 April 2020 at 14.34

Inilah fakta melakukan gerakan yoga berdasarkan penelitian. 

Durasi baca: 50 detik


Yoga atau meditasi dan teknik-teknik pernapasan yang mampu menurunkan tingkat depresi sudah ada sejak lama, karena yoga dan meditasi sendiri merupakan gaya hidup, bukan sekadar olahraga. Namun, sayangnya teknik tersebut kurang mendapat perhatian dalam segi medis. 


Dilansir dari Journal Health Harvard, Hatha yoga, jenis yoga yang paling umum dilakukan bagi pemula untuk belajar teknik pernapasan, menggabungkan tiga elemen. 

(BACA JUGA: 5 Perbedaan Yoga dan Pilates)




Pose fisik, yang disebut asana, yaitu mengontrol pernapasan yang dilakukan bersamaan dengan periode singkat relaksasi atau meditasi yang mendalam. Melakukan yoga mampu menurunkan gairah fisiologis. Misalnya, mengurangi denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi respirasi. 


Ada juga bukti bahwa latihan yoga membantu meningkatkan variasi denyut jantung, indikator kemampuan tubuh untuk merespon stres secara lebih fleksibel. 


Selain itu, pada sebuah penelitian di Universitas Utah, Amerika Serikat, mencatat bahwa orang yang memiliki respon kurang baik terhadap stres juga lebih sensitif terhadap rasa sakit. Subjek penelitiannya yaitu 12 praktisi yoga berpengalaman, 14 orang dengan fibromyalgia (sebuah kondisi terkait stres yang ditandai dengan hipersensitivitas terhadap rasa sakit), dan 16 sukarelawan yang sehat.

(BACA JUGA: 5 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh Saat Anda Mengalami Stres)


Ketika ketiga kelompok tersebut mengalami tekanan yang sedikit atau tekanan yang lebih menyakitkan, para peserta dengan fibromyalgia merasakan nyeri pada tingkat tekanan yang lebih rendah dibandingkan dengan subjek lainnya. 


MRI fungsional menunjukkan bahwa mereka juga memiliki aktivitas terbesar di area otak yang berhubungan dengan respon rasa sakit.  Sebaliknya, praktisi yoga memiliki toleransi rasa sakit tertinggi dan aktivitas otak yang berhubungan dengan rasa sakit terendah selama MRI. Studi ini menggarisbawahi nilai teknik, seperti yoga, dapat membantu seseorang mengatur stres dan respon terhadap nyeri.


Meskipun banyak bentuk latihan yoga aman, belum banyak orang yang memahami manfaat yoga terhadap kesehatan tubuh. Secara khusus, pasien lanjut usia atau mereka yang memiliki masalah mobilitas, sebaiknya periksa ke dokter terlebih dahulu sebelum memilih yoga sebagai pilihan perawatan.  

(Anggia Hapsari, foto:unsplash.com/ Stephanie Greene)



You Might Also LIke