Pro-kontra pernikahan poligami masih terus terjadi di masyarakat. Seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini. Beredar sebuah video yang diunggah oleh wanita berhijab asal Gorontalo, Sulawesi Utara. Melalui akun YouTube Notarich Ana, wanita yang memiliki nama lengkap Ana Abdul Hamid tersebut meluapkan curahan hatinya yang menghadapi kehidupan berpoligami.

Pada video hitam-putih berdurasi 4 menit 32 detik ini, Ana menuangkan seluruh perasaannya melalui sebuah tulisan tangan. Dalam beberapa hari saja video tersebut berhasil tersebar luas hingga mencapai ribuan penonton.

Ana yang kini berusia 26 tahun, mengunggah video tersebut pada tanggal 20 Oktober 2015, di mana ia mengatakan video ini merupakan kado ulang tahun pernikahannya yang ke-5 tahun bersama suami. 

Ibu dari dua orang anak ini—yang saat ini tengah mengandung anak ketiganya—juga mengungkapkan kalau dirinya terpaksa menerima keinginan sang suami untuk berpoligami, sebab tak ingin menghancurkan rumah tangga dan perasaan kedua anaknya. 

“Perasaan saya? Sakit. Hancur. Perih. Kecewa. Marah. Merasa dikhianati, merasa dibohongi, merasa tidak berguna, terpuruk, seperti mau kiamat,” tulisnya pada video tersebut. 

Menyebarnya video poligami milik Ana mengundang banyak tanggapan dan komentar dari masyarakat. Banyak yang menganggap bahwa wanita yang sedang melanjutkan studi Magister bidang Kenotariatan ini hanya mencari popularitas semata. Banyak pula masyarakat—khususnya wanita—yang memberikan dukungan moril terhadap kasus Ana ini. 

Namun, dalam akun Instagram pribadinya, Ana menjelaskan bahwa ia hanya ingin menuangkan perasaannya dan ingin memberi tahu para laki-laki di luar sana untuk selalu menyukuri apa yang telah mereka miliki. Anda pun bisa melihat curahan hati Ana melalui video di bawah ini: 


Menurut data dari Department Agama, di Indonesia 80% pengajuan poligami pada pernikahan dikabulkan—meskipun syaratnya benar-benar ketat. Makin disayangkan, karena poligami kerap memicu peningkatan perceraian di Indonesia, seperti kata Direktur Jenderal Bimas Islam Departemen Agama, Nasaruddin Umar. “Terjadi banyak peningkatan perceraian yang signifikan karena wanita-wanita telah menolak poligami pada beberapa tahun terakhir,” ujarnya. 

Meskipun wanita diciptakan untuk menghormati keputusan sang suami, namun mayoritas wanita tentu tak rela mendapati dirinya harus berbagi suami dengan orang lain, bukan? Hal ini jelas karena poligami memberikan kerugian banyak di pihak wanita.

Meskipun begitu, masalah poligami yang terus menjadi polemik di negara ini dikembalikan ke pribadi masing-masing. 

(Kissy Aprilia, Images: Instagram)