Buat kamu yang sudah pernah mengalaminya maupun belum, yuk cek penjelasan lengkapnya!


Apakah kamu pernah mendengar istilah vaginismus? Buat kamu yang sudah pernah melakukan hubungan seks, pasti tahu persis apa itu vaginismus. Namun buat kamu yang belum pernah, pasti bingung dengan apa sih vaginismus?


Vaginismus adalah sebuah gangguan pada area vagina, di mana otot-otot di sekitar vagina menegang ketika hendak atau proses penetrasi sedang dilakukan. Reaksi otomatis otot-otot ini tidak bisa dikendalikan.


Tidak peduli meskipun sebelumnya kamu pernah berhubungan seks dan sangat menikmatinya. Bisa saja tiba-tiba saat hendak kembali berhubungan seks, kamu mengalami vaginismus.


Vaginismus adalah reaksi otomatis tubuh terhadap rasa takut akan beberapa atau semua jenis penetrasi vagina. Meski begitu, gangguan ini sama sekali tidak memengaruhi tingkat gairah seksual seseorang.


Artinya, kalau kamu dan pasangan melakukan aktivitas seksual lainnya, gairahmu tetap akan muncul bahkan menggelora di dalam tubuh.

(BACA JUGA: Benarkah Ciuman Bermanfaat untuk Kesehatan Mulut?)


PENYEBAB VAGINISMUS

Penyebab vaginismus sebetulnya tidak bisa dipukul rata. Karena bisa jadi akan berbeda pada setiap perempuan. Namun mayoritasnya adalah sebagai berikut:


  • Takut karena ukuran vagina terlalu kecil

  • Pengalaman berhubungan seksual yang buruk saat pertama kali

  • Trauma psikologis karena pernah dilecehkan secara seksual seperti diperkosa

  • Kamu percaya bahwa melakukan hubungan seks adalah hal yang tidak benar atau salah

  • Pernah mendapat pemeriksaan medis yang tidak menyenangkan di area vagina

  • Area vagina sedang tidak sehat alias mengalami gangguan kesehatan seperti sariawan


Kalau sudah begini, cara mengatasinya adalah pergi berobat. Mulai dari pengobatan secara fisik hingga psikologis. Melansi dari nhs.co.uk, beberapa cara ini disebut bisa membantu mengatasi gangguan vaginismus yang kamu alami:


CARA MENGATASINYA

Terapi Bersama Pyschosexual

Melalui metode ini para terapis akan membuat kamu mengerti dan mengubah emosi dalam diri terutama soal tubuh dan seks. Terapi ini juga bisa membantu kamu mengatasi gangguan psikologis seperti trauma dan membuat kamu percaya bahwa tidak semua hubungan seksual itu buruk.


Teknik Rileksasi

Berbeda sedikit dengan terapi bersama pyschosexual, teknik rileksasi ini lebih fokus pada peregangan otot-otot di tubuh terutama di area vagina. Kamu akan dilatih untuk menyentuh area vaginamu dengan cara yang lembut dan terarah. Cara ini konon berfungsi untuk meregangkan otot-otot yang ada di area vagina supaya tidak tegang.


Olahraga Tubuh Bagian Bawah

Otot vagina yang tegang, konon bisa juga disebabkan karena kamu jarang berolahraga. Karena itulah, rutin berolahraga terutama untuk tubuh bagian bawah sangat penting untuk dilakukan. Caranya juga cukup mudah.


Pertama pastikan kamu duduk dengan nyaman. Kemudian remas-remas otot yang ada di area panggul atau punggung belakang bagian bawah. Remas-remas selama 10-15 menit dengan santai dan perlahan-lahan.


Saat melakukan olahraga ini, pastikan untuk tidak menahan napas, mengencangkan otot perut, pantat, atau paha secara bersama-sama. Karena olahraga ini fokusnya adalah membuat otot panggul rilkes. Kalau kamu melakukan hal-hal di atas, maka otot panggulmu justru akan semakin tegang.


Olahraga ini tidak bisa kamu lakukan sendiri. Harus bersama pelatih atau terapis yang tepat. Namun kalau sudah terbiasa, kamu baru bisa melakukannya sendiri di rumah. Terlebih kalau kamu punya pasangan, bisa meminta bantuannya untuk merangsang otot pinggulmu agar rileks dan sembuh dari vaginismus.



(Foto: freepik.com/pikisuperstar)


Sumber artikel: https://www.nhs.uk/conditions/vaginismus/


(Andiasti Ajani, foto: urologysouthbend.com)