×

Stay in The know

Health & Body

Mengenal Pengobatan Inovatif ADC untuk Penderita Kanker Limfoma Hodgkin

Mengenal Pengobatan Inovatif ADC untuk Penderita Kanker Limfoma Hodgkin
Mondials Anindhita

Tue, 19 November 2019 at 19.57

Pengobatan untuk penderita kanker Limfoma Hodgkin ini mampu secara spesifik mengenali dan membunuh sel kanker.

Durasi baca: 55 detik.


Penyakit kanker Limfoma Hodgkin merupakan salah satu penyakit kanker yang harus diwaspadai. Limfoma Hodgkin adalah salah satu jenis kanker getah bening. Biasanya penyakit ini menyerang  kelenjar getah bening yang terletak di bagian leher dan kepala. Di Indonesia sendiri terdapat 1.047 kasus baru dan 574 orang meninggal dunia di tahun 2018 karena kanker Limfoma Hodgkin ini. 

(BACA JUGA: 5 Ciri-ciri Kanker Kulit yang Harus Anda Ketahui)


Teknologi pengobatan inovatif Antibody Drug Conjugate (ADC) memberikan harapan baru untuk para penderita kanker jenis ini. Pengobatan ADC dipercaya bisa meningkatkan harapan hidup untuk para penderita kanker Limfoma Hodgkin yang mengalami kekambuhan. ADC merupakan pengbatan non transplantasi dalm bentuk targeted therapy yang menggabungkan monoclonal antibody dan zat sitotoksik serta mampu secara spesifik mengenali dan membunuh sel kanker.


“Limfoma Hodgkin memiliki angka kesembuhan yang tinggi. Meski demikian masih ada kemungkinan kecil (10-30%) kambuh. Saat ini terdapat inovasi pengobatan non transplantasi dengan ADC. Obat pintar ini berbeda dengan kemoterapi karena mampu mengenali sel Limfoma Hodgkin melalui ikatan antara antibodi monoklonal anti-CD30 dengan CD30 yang berada di permukaan sel Limfoma Hodgkin”, ujar Dr. dr. Ikhwan Rinldi, SpPD-KHOM, M.Epid, Dokter Spesialis Hematologi Onkologi Medik RSCM.



(Foto: Eugenia Communication)


Tidak hanya itu, Dr. Ikhwan juga mengatakan obat ADC tersebut dapat bekerja dengan mengenali dan menghancurkan hanya sel Limfoma Hodgkin dan tidak menghancurkan sel lainnya. Sehingga efek samping yang ditimbulkan relatif lebih ringan dibandingkan kemoterapi pada umumnya. 


Idham Hamzah, selaku Presiden Direktur Takeda Indonesia mengatakan, “Takeda sebagai perusahaan yang memegang prinsip PTRB, yaitu patient, trust, reputation, dan business mengedepankan pasien sebagai prioritas utama dan pusar dari apa yang kita lakukan, sehingga akses pasien terhadap obat merupakan fokus dari aktifitas yang Takeda lakukan”. 


Salah satu cara untuk meningkatkan akses dengan Takeda berkolaborasi dengan berbagai pemangku kebijakan untuk usaha peningkatan diagnosa dan strategi pembiayaan obat serta program Coorporate social responsibility (CSR)


Takeda Indonesia juga berkolaborasi dengan ahli patologi lokal untuk meningkatkan kompetensi diagnosis mereka melalui organisasi kedokteran seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI), utamanya kelompok Studi Patologi Limfoma (KSPL). Takeda Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan pendidikan medis berkelanjutan bagi tenaga kesehatan guna peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien.  


(Mondials Anindhita, foto: Eugenia Communication)

You Might Also LIke