×

Stay in The know

Health & Body

Mengenal Kanker Payudara Lewat Pendiri Yayasan Lovepink Indonesia, Ibu Shanti Persada

Mengenal Kanker Payudara Lewat Pendiri Yayasan Lovepink Indonesia, Ibu Shanti Persada
Asti Ajani

Tue, 8 October 2019 at 08.01

Lovepink menjadi salah satu gerakan dukungan kanker yang lantang berbicara hingga mendapat dukungan banyak orang.

Durasi baca: 1 menit.


Bulan Oktober selalu diperingati sebagai bulan kanker payudara. Setiap tahunnya, Yayasan Lovepink Indonesia selalu memperingati hadirnya bulan kanker payudara dengan mengadakan berbagai rangkaian kegiatan yang ada di dalam acara Indonesia Goes Pink, atau dulu disebut dengan nama Jakarta Goes Pink.


Dalam sebuah kesempatan, GLITZMEDIA.CO berhasil berbincang secara ekslusif dengan salah satu pendiri Yayasan Lovepink Indonesia yakni Ibu Shanti Persada. Ibu Shanti bercerita banyak soal perjalanannya sebagai seorang pejuang kanker payudara dan motivasinya dalam membangun Lovepink.


“Tahun 2010 saya terdiagnosa kanker payudara. Saat sedang treatment, saya dipertemukan dengan Madelina Mutia atau Muti (salah satu pendiri Yayasan Lovepink Indonesia) lewat mutual friends kami. Dari situ, saya dan Muti terus kontak sekaligus saling memberi dukungan satu sama lain,” tutur Shanty.


Ia menambahkan, setelah itu banyak orang di sekitarnya yang meminta bantuan dan menyemangati keluarga atau orang terdekat mereka yang juga terkena kanker payudara.

(BACA JUGA: Disney Indonesia Boyong Angelina Jolie dan Sam Riley ke Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta)




“Kami terus melakukan movement dukungan terhadap sesama pejuang kanker, hingga tahun 2013 kami mulai bikin event Jakarta Goes Pink (sekarang Indonesia Goes Pink) dan tahun 2014 kita resmi berdiri menjadi sebuah yayasan,” cerita perempuan bernama lengkap Shanti Rosa Persada ini.


Tujuan perjalanan dari gerakan, komunitas, hingga menjadi yayasan, diakui Ibu Shanti agar jangkauan dari Lovepink bisa semakin luas.


“Kalau hanya komunitas, ruang geraknya terbatas. Mau bikin apa juga lebih sulit karena tidak ada pertanggungjawabannya. Begitu juga kalau mau cari sponsor, jadi kami merasa harus legal,” tambahnya.


Setelah menjadi yayasan, berbagai perubahan besar akhirnya bisa terlaksana. Sebelumnya, Lovepink hanya bisa mendukung kurang lebih 100 perempuan. Sedangkan setelah menjadi yayasan, kurang lebih ada 1.000 perempuan yang telah mereka dukung dan menjadi anggota Lovepink.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke