Meskipun mirip, ternyata borderline personality disorder berbeda dengan bipolar lho!


Beberapa tahun lalu, aktris sekaligus penyanyi cantik Ariel Tatum membuat pengakuan yang sangat mengejutkan di muka publik. Ariel mengatakan bahwa dirinya mengidap sebuah gangguan mental yang disebut dengan borderline personality disorder atau yang biasa disingkat dengan BPD.


Apa itu BPDBPD yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan kepribadian ambang, adalah ketidakstabilan pola pikir pada diri seseorang. Ketidakstabilan ini membuat mereka cenderung kesulitan untuk mengatur emosinya.


Masalah ini biasanya dipengaruhi oleh hubungan yang mereka alami di masa lalu. Orang dengan BPD, akan berusaha dengan sangat keras untuk mencari perhatian orang lain. Karena pada dasarnya mereka tidak ingin diabaikan oleh sekitarnya.


Orang yang mengidap BPD, biasanya juga memiliki masalah gangguan mental yang lain. Selain gangguan mental, pengidap BPD juga memiliki masalah dengan makan, penampilan atau image, hingga kecemasan.


Sayangnya, gejala dan ciri-ciri BPD mirip dengan gangguan bipolar. Sehingga, banyak orang salah kaprah. Meskipun mirip, tapi BPD dan bipolar adalah dua jenis gangguan mental yang berbeda. Bipolar adalah jenis gangguan mental yang menyangkut dua kutub emosi. Yakni mania dan depresi.

(BACA JUGA: Tidak Kunjung Sembuh, Selena Gomez Menjalani Perawatan Mental)




Ketika sedang mengalami fase mania, para penderita bipolar akan merasa amat sangat bahagia. Mulai dari yang paling biasa seperti tidak bisa duduk diam, tidak bisa tidur, hingga yang ekstrem seperti pesta di klub, mabuk-mabukan, sampai berhubungan seks dengan orang yang tidak ia kenal.


Namun fase mania ini, bisa berubah dalam sekejap ke kutub depresi. Jika para pengidap bipolar sedang masuk ke dalam fase depresi mereka bisa melakukan berbagai hal yang perbedaannya 180 derajat dari fase mania.


Seperti menarik diri dari keramaian, tidak bersemangat, hingga yang ekstrem seperti bunuh diri.  Intinya, perbedaan BPD dan bipolar terletak pada intensitas perubahan mood atau emosinya. Orang dengan BPD, akan mengalami perubahan emosi ini secara terus menerus.


Sedangkan orang dengan bipolar tidak. Ada masa di mana mereka tidak merasakan mania atau depresi sama sekali. Begitu juga dengan pemicunya. Orang dengan BPD biasanya akan kambuh kalau ada pemicu dari orang-orang di sekitarnya yang mungkin membuat dia kesal dan marah.


Sedangkan orang dengan bipolar, bisa kambuh kapan saja tanpa ada pemicu yang jelas. Maka dari itu, jika ada di antara Anda atau kerabat yang terlihatnya mengalami bipolar, coba pastikan lagi dengan memeriksakan diri ke pihak yang tepat. Karena siapa tahu apa yang Anda atau kerabat Anda alami bukanlah bipolar tetapi BPD.


(Andiasti Ajani, foto: nicholas kusuma, sydney sims/unsplash.com)