Stay in The know

Health & Body

Mengapa Mimpi Sulit untuk Diingat?

Mengapa Mimpi Sulit untuk Diingat?

Temukan alasannya di sini.

Durasi baca: 1 menit.


Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan pengelihatan, pendengaran, pikiran, hingga perasaan. Biasanya orang yang mengalami mimpi ditandai dengan gerakan mata yang cepat dan meningkatnya intensitas bernapas. Hal yang menarik terjadi saat terbangun, yakni ketika Anda tidak dapat mengingat mimpi yang baru saja dialami. Para ilmuwan melakukan penelitian dan menemukan bahwa rata-rata orang hanya dapat mengingat 5% dari keseluruhan mimpi yang dialaminya.


Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa ingatan terbentuk di hippocampus otak, tetapi disimpan di tempat lain—kemungkinan besar di neokorteks, lapisan luar otak. Mentransfer ingatan dari satu bagian otak ke lainnya membutuhkan perubahan kekuatan koneksi antar neuron dan diperkirakan bergantung pada waktu yang tepat dari penembakan sel-sel otak. Beberapa pendapat lain mengungkapkan bahwa mimpi membantu seseorang untuk menyortir kembali semua kenangan, ungkap penelitian dari  Harvard Medical School. Mereka menyatakan menemukan bahwa bagian-bagian dari otak manusia dirangsang selama bermimpi dan membantu otak dalam memproses informasi baru, merangsang memori dan "belajar."



(Foto: Bruce Mars/ Pexels.com)


Dengan gejolak perubahan antara neuron di berbagai bagian otak, para peneliti dari California Institute of Technology (Caltech) telah mengambil langkah-langkah untuk memahami sepenuhnya bagaimana memori terbentuk, ditransfer, dan akhirnya disimpan di otak, termasuk bagaimana prosesnya yang bervariasi di berbagai tahap tidur seseorang. Penemuan mereka suatu hari nanti bahkan dapat membantu para ilmuwan memahami mengapa mimpi begitu sulit untuk diingat.

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke