×

Stay in The know

Health & Body

Memeringati Hari Stroke Sedunia, Inilah 7 Fakta Tentang Penyakit Tersebut

Memeringati Hari Stroke Sedunia, Inilah 7 Fakta Tentang Penyakit Tersebut
Saskia Damanik

Thu, 29 October 2015 at 01.20


Tepat pada tanggal 29 Oktober, dunia memeringatinya sebagai Hari Stroke Sedunia. Penetapan hari ini dilakukan oleh World Stroke Organization di mana organisasi ini ingin mengedukasi masyarakat dunia bahwa stroke dapat dicegah dan diobati. Karena itu, Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang salah satu penyakit paling mematikan di dunia ini.

Menurut Yayasan Stroke Indonesia, satu dari enam orang masyarakat Indonesia akan mengalami stroke. Jumlah yang besar ini tentu harus menyadarkan Anda agar lebih memahami seluk beluk penyakit yang disebabkan tersumbatnya aliran darah melalui pembuluh arteri ke otak. Agar Anda lebih memahami perihal penyakit tersebut, inilah tujuh fakta tentang penyakit stroke.


Hilangnya Suplai Darah

Menurut Medkes.com, stroke terjadi apabila bagian dari otak kehilangan suplai darah yang menyebabkan bagian otak tersebut berhenti secara tiba-tiba. Ini menyebabkan ikut terhentinya kontrol terhadap bagian tubuh tertentu. Biasanya, stroke akan menyerang satu sisi otak saja.


Kerusakan Stroke Bisa Diperbaiki

Banyak yang berpikir bahwa kecacatan stroke tak dapat dibenahi. Padahal, kerusakan stroke masih bisa diperbaiki asalkan penanganan yang dilakukan pada penderita tidak terlambat. Seseorang yang terkena stroke harus ditangani dalam waktu kurang dari tiga jam pasca serangan. Keterlambatan penanganan akan menyebabkan kecacatan permanen.


Stroke Dapat Dicegah

Masih banyak yang beranggapan bahwa penyakit ini tak bisa dicegah. Padahal faktanya stroke bisa dicegah dengan selalu mengontrol berat badan, tekanan darah, serta kolesterol dalam tubuh. Caranya, olahraga lah secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan berhentilah mengonsumsi alkohol serta stop merokok.


Stroke Tak Kenal Usia

Penyakit stroke tak hanya menyerang usia tua saja. Stroke dapat menyerang orang tua, anak muda, bahkan anak-anak. Pada usia dewasa, stroke memang terjadi karena gaya hidup yang tak sehat. Namun, pada anak-anak, stroke biasanya terjadi karena adanya kelainan komponen darah yang terjadi sejak lahir.




Stroke Tak Hanya Terjadi Pada Mereka Yang Hipertensi

Stroke bersifat multifaktoral—oleh banyak faktor. Usia tua, keturunan, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, dan mengonsumsi alkohol adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan serangan stroke pada seseorang. Selain itu, orang yang mengalami gangguan jantung juga dapat beresiko terkena stroke.


Gejala Stroke

Biasanya, stroke memiliki gejala awal pada penderita seperti bagian tubuh yang sulit digerakkan, kesulitan berbicara, hingga sakit kepala yang sangat kuat. Bila hal ini terjadi pada Anda, ada baiknya segera datangi rumah sakit untuk pencegahan secara medis.


Banyak Menyerang Wanita Migrain

Memang, penyakit stroke banyak dialami oleh pria. Namun, penelitian membuktikan jika wanita yang sering menderita migrain memiliki resiko terkena stroke lebih besar dibandingkan dengan pria yang juga sering alami migrain. Intinya, jagalah pola hidup Anda dengan berolahraga dan menjaga asupan makanan. Rajinlah untuk melakukan medical check up selama satu hingga dua kali dalam setahun.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

You Might Also LIke