Stay in The know

Health & Body

Membedah Mukbang, Tren Video Youtube asal Korea Selatan

Membedah Mukbang, Tren Video Youtube asal Korea Selatan

Melihat dari sisi pelakunya hingga fakta kesehatannya.

Durasi baca: 1 menit 30 detik.


Istilah mukbang pasti tidak lagi asing di telinga. Mukbang atau muk-bang adalah tren yang muncul di Korea Selatan dengan membuat video makan dalam porsi banyak. Mereka yang melakukannya—mukbanger—tidak diburu waktu untuk menyelesaikannya, namun mereka biasanya akan menghabiskan porsi dalam jumlah sangat banyak dalam waktu 1 kali makan.


Ada 2 hal yang GLITZMEDIA.CO soroti mengenai tren mukbang. Pertama, kami melihat ukuran tubuh mukbanger yang biasanya tetap ideal—bahkan beberapa diantaranya memiliki perut six packs. Kedua adalah bagaimana sisi kesehatan melihat tren ini. Apakah tubuh ideal mereka menunjukkan bahwa cara makan mukbang sah-sah saja bagi kondisi kesehatan? Melalui artikel ini, kami akan membedah mukbang, tren video Youtube asal Korea Selatan.


DARI KOREA SELATAN LALU MENDUNIA

Mukbang pertama kali muncul di Korea Selatan sekitar tahun 2009. Nama mukbang berasal dari 2 kata, yaitu 'meokneun' yang berarti 'makan' dan 'bangsong' yang artinya 'penyiaran/disiarkan'. Awalnya, mukbang muncul di berbagai acara gelar wicara yang berlangsung di Negeri Gingseng tersebut. Para mukbanger kemudian muncul di salah satu layanan streaming bernama Afreeca pada tahun 2010. Perlahan, tren ini mulai mendunia. Tidak hanya di negara Asia seperti Jepang bahkan Indonesia, namun juga ke benua lain seperti Amerika dan Inggris. 



(Foto: Ashley Sprankles / Youtube.com)

Berbeda dengan mukbanger asal Korea Selatan yang banyak mengunggah di Afreeca, mereka yang berasal dari Inggris, Amerika, Jepang dan Indonesia mengunggahnya di Youtube. Salah seorang mukbanger asal Amerika Serikat, Ashley Sprankles mengatakan bahwa ia melakukan mukbang bukan hanya untuk dirinya, melainkan menjadi teman makan bagi para penontonnya. “Banyak orang yang bekerja dan tidak memiliki seseorang untuk duduk makan malam bersamanya. Mereka sendirian dan ingin ada seseorang yang menemaninya makan,” ungkapnya, dilansir dari Eater.com.

You Might Also LIke