×

Stay in The know

Health & Body

Lindungi Diri Anda dan Keluarga Dari Dampak Buruk Kabut Asap Dengan Cara Ini

Lindungi Diri Anda dan Keluarga Dari Dampak Buruk Kabut Asap Dengan Cara Ini
Saskia Damanik

Wed, 28 October 2015 at 05.32


Kabut asap yang kini hampir menyebar di beberapa wilayah Indonesia—khususnya yang memiliki lahan hutan—telah menimbulkan masalah kesehatan yang pelik bagi masyarakat, terutama bayi, anak-anak, dan lansia. Kondisi yang semakin memprihatinkan ini sangat membutuhkan penanganan kesehatan dan medis yang intens baik dari pihak pemerintah maupun individu masyarakatnya sendiri. (BACA: BERIKUT INI ANCAMAN KESEHATAN YANG TIMBUL DISEBABKAN OLEH KABUT ASAP).

Hingga saat ini, menurut data yang diambil dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, lebih dari 60.000 masyarakat yang mengalami bencana kabut asap, telah terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan akan terus meningkat jika kondisi alam tidak kunjung membaik. Data tersebut menuliskan kalau korban tersebut masih didominasi oleh bayi, balita, hingga anak-anak, karena kondisi tubuh dan usia mereka tergolong rentan terkena ISPA. 

Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan kerjasama dari para orangtua untuk menjaga anak-anak mereka dari paparan kabut asap, agar jumlah korban tidak terus bertambah. Beberapa penyuluhan pun terus diberikan dengan melakukan pertolongan pertama seperti yang Glitz Media paparkan di bawah ini.


Hindari Aktivitas Di Luar Ruangan

Anda dan keluarga sebaiknya meminimalisasi melakukan aktivitas di luar ruangan. Fokuskan perhatian pada bayi, balita, dan anak-anak agar tidak bermain di luar rumah. Debu dan kabut asap berpotensi lebih besar menimbulkan penyakit ketika mereka berada di luar ruangan.


Menutup Akses Udara Kotor dan Debu

Menutup dengan rapat semua pintu dan jendela—atau saluran sirkulasi udara lain—yang bisa mengalirkan udara (kabut asap) dari luar ke dalam rumah atau ruangan. Jika Anda menggunakan AC, nyalakan lebih sering karena AC memiliki kemampuan untuk memfiltrasi udara sehingga bisa meminimalisasi kabut asap di ruangan.  


Gunakan Masker Khusus

Menurut Kementrian Kesehatan, masker N95 sangat direkomendasikan digunakan oleh orang dewasa yang beraktivitas di luar ruangan. Info lebih lanjut BACA: MENGENAL LEBIH JAUH MASKER N95 UNTUK MELINDUNGI PERNAPASAN AKIBAT KABUT ASAP. Jika kondisi kabut asap cukup parah, tak ada salahnya Anda dan keluarga tetap menggunakan masker di dalam ruangan, dengan memilih jenis masker bedah biasa. 


Memerhatikan Gizi dan Kesehatan Tubuh

Mengerti kalau dalam kondisi darurat seperti ini gizi dan nutrisi tubuh bisa jadi tak lagi diperhatikan. Namun, Anda yang memiliki bayi, balita, dan anak kecil sebaiknya tetap intens memerhatikan gizi melalui makanan yang mereka konsumsi. Perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan vitamin lainnya. Periksakan kondisi tubuh saat mulai melemah untuk mencegah terjadinya hal buruk. Berikan imunisasi secara bertahap agar kekebalan tubuh terjaga dan virus dari luar tidak mudah masuk ke dalam tubuh.


Menjaga Kebersihan Tubuh

Menjaga kebersihan menjadi hal yang sangat penting bagi keluarga. Pasalnya kondisi alam yang tidak terkendalikan akan membuat kulit mudah kotor. Oleh karena itu, mandilah secara teratur, bilas wajah, kaki, dan tangan setelah berpergian dari luar rumah. 


Pastikan Air & Makanan Tetap Bersih

Air bersih dan makanan yang konsumsi sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Tutup rapat semua tempat penampungan air bersih dan makanan agar tidak terkontaminasi. Gunakan air dalam kemasan untuk menjamin kebersihan dan cuci pula buah dan sayuran yang akan dikonsumsi sebelumnya. 


Hindari Lakukan Kontak Fisik

Saat anggota keluarga ada yang terkena penyakit ISPA atau flu, sebaiknya hindari melakukan kontak fisik langsung pada anak-anak. Kondisi tubuh anak sangat memungkinkan menularkan virus dan bakteri dari penyakit ISPA dan flu pada orang dewasa.


Gali Info Dari Posko Bencana Asap

Jika kondisi kabut asap semakin parah, sebaiknya Anda mencari informasi terdekat ke posko bencana asap terdekat. Jika kondisi rumah yang tak lagi sehat, disarankan untuk pindah ke lokasi konservasi yang (mungkin ada) disediakan pemerintah daerah sebagai bentuk penyelamatan diri.  

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke