Bukan cuma sugesti, ternyata ada teori ilmiahnya.

Durasi baca: 50 detik.


Saat hujan tiba, banyak orang merasa lapar dan ingin makan. Mulai dari makan makanan besar nan hangat seperti bakso, sup, mi instan rebus, sampai camilan. Bagi sebagian orang, fenomena ini merupakan sugesti saja.


Karena saat hujan turun, Anda malas berkegiatan dan makan menjadi satu-satunya kegiatan yang mudah dilakukan. Tapi tahukah Anda, kalau ternyata rasa lapar yang muncul saat hujan turun, bukan hanya sekadar sugesti.


Tetapi ada teori yang bisa menjelaskan fenomena tersebut. Seorang ilmuwan dari  Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat bernama Judith Warthman, pernah membahasnya lewat sebuah buku berjudul 'The Serotonin Power Diet'.


Menurut Wartman, rasa lapar yang muncul saat hujan, ternyata ada hubungannya dengan paparan sinar matahari dan hormon di dalam tubuh. 

(BACA JUGA: Musim Hujan, Hangatkan Tubuh dengan Beef Udon)


“Saat hujan, jumlah cahaya matahari menjadi sedikit. Sehingga membuat hormon serotonin atau hormon yang mengatur waktu tidur, suasana hati, dan nafsu makan menurun. Karena itulah ketika hujan turun, banyak orang cenderung merasakan kantuk dan lapar yang hebat,” ujar Wartman.


Selain itu, Wartman juga mengatakan bahwa saat hujan turun, suhu tubuh secara otomatis akan ikut menurun. Jika suhu tubuh turun, maka secara otomatis tubuh akan kedinginan. Ketika tubuh kedinginan, otak akan memberi sinyal agar tubuh bisa kembali hangat.


Bagaimana caranya? Selain mengenakan pakaian hangat, makanan hangat juga bisa menjadi pemanas alami untuk mengembalikan suhu tubuh normal.


“Mengonsumsi karbohidrat dapat membantu seseorang merasa lebih baik. Karena, karbohidrat bisa menaikkan jumlah kadar hormon serotonin di dalam tubuh secara lebih cepat,” tuturnya.




(Andiasti Ajani, foto: thought catalog, lightscape/unsplash.com)