Stay in The know

ads

Health & Body

Ketahui Dengan Pasti Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Payudara

Ketahui Dengan Pasti Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Payudara


Bulan Oktober ini diperingati sebagai Bulan Sadar Kanker Payudara. Meskipun hari di bulan Oktober akan berakhir, bukan berarti peduli akan kanker payudara juga selesai. Glitz Media ingin mengajak Anda—sebagai seorang wanita—meningkatkan kesadaran akan informasi seputar kanker payudara. 

Menurut yang Glitz Media dapatkan, sebanyak 1.7 juta kasus kanker payudara bertambah di seluruh dunia pada tahun 2012 (Komen.org). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga peningkatan sebesar 41 juta kasus di tahun 2040. Sangat memprihatikan!

Karena peningkatan yang terbilang drastis, Glitz Media memaparkan informasi ini agar Anda mengenali penyebab terjadinya kanker payudara dan sedini mungkin mencegahnya.


Usia

Semakin usia bertambah, maka kemungkinan seseorang terkena kanker semakin besar. Hal ini disebabkan saat usia menua, sel di dalam tubuh mengalami perubahan. Banyaknya perubahan ini dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.


Genetik

Walaupun banyak kasus kanker payudara terjadi pada wanita tanpa riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker, namun faktor genetik dapat meningkatkan resiko sebanyak dua kali lipat. Jika ada lebih dari satu orang keluarga yang mengidap kanker, maka kemungkinannya pun ikut naik menjadi empat kali lipat.


Tinggi Badan

Menurut penelitian dengan judul Pooled Analysis of Prospective Cohort Studies on Height, Weight, and Breast Cancer Risk yang dilakukan oleh Van den Brandt PA, Spiegelman D, dan Yaun SS, semakin tinggi tubuh seseorang maka kemungkinan mengalami kanker payudara semakin besar. Ini dikarenakan, perempuan yang tinggi tubuhnya mengalami pertumbuhan hormon yang pesat di masa mudanya. Peningkatan hormon inilah yang membuat kemungkinan terbentuknya sel kanker meningkat.


Berat Badan

Huang Z, Hankinson SE, dan Colditz GA, melakukan penelitian berjudul Dual Effects of Weight And Weight Gain on Breast Cancer Risk. Hasilnya, orang yang mengalami obesitas saat muda berpotensi mengalami kanker payudara. Hanya saja mereka yang obesitas sebelum menopause lebih kecil resikonya terkena kanker payudara daripada mereka yang obesitas sesudah menopause. Sebaliknya, orang yang terlalu kurus akan lebih mudah terkena kanker baik saat sebelum maupun sesudah menopause karena kekurangan nutrisi untuk tubuhnya.


Riwayat Kesehatan

Jika seseorang pernah mengalami kanker atau tumor di masa kecil atau mudanya, maka kemungkinan tumbuhnya sel kanker payudara semakin besar. Apalagi jika saat kanker sebelumnya orang tersebut mengalami radiation treatment, maka resikonya pun semakin meningkat.


ASI

Bagi seorang ibu yang tidak menjalankan ASI, kemungkinan besar terkena kanker payudara semakin besar. Ini disebabkan tubuh terus menghasilkan ASI namun karena tidak dikeluarkan secara sempurna. Akibatnya ada penumpukan di payudaranya sehingga kemungkinan terjadinya pertumbuhan sel kanker semakin besar.


Alkohol dan Rokok

Hamajima N, Hirose K, dan Tajima K, melakukukan penelitian gabungan berjudul Hormonal Factors in Breast Cancer: Alcohol, Tobacco and Breast Cancer. Hasilnya, orang yang mengonsumsi alkohol saja atau rokok saja akan mengalami peningkatan resiko kanker payudara sebesar 20%. Bayangkan jika keduanya Anda lakukan—maka resikonya pun semakin meningkat.


Olahraga

Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan resiko kanker payudara sebesar 10%. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Eliassen AH, Hankinson SE, Rosner B, Holmes MD, serta Willett WC dengan judul Physical Activity And Risk of Breast Cancer Among Postmenopausal Women.


Makanan

Kafein, lemak, dan daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Selain itu, resiko pun akan meningkat apabila proses masak dilakukan dengan cara digoreng dengan banyak minyak. Makanan yang mengandung bahan pengawet juga menjadi faktor penyebab terjadinya kanker payudara.


Memang ada faktor-faktor yang tak bisa Anda cegah seperti keturunan, riwayat kesehatan, dan tinggi tubuh. Namun, Anda dapat mengontrol dengan mengubah gaya hidup Anda sehingga dapat terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

You Might Also LIke