Beda warna, beda pula kandungan nutrisinya.


Buah naga termasuk dalam kategori kaktus dan berasal dari Amerika Latin. Nama ini disematkan dari kebiasaan meletakkan buah di antara dua patung naga karena dianggap membawa berkah. Berbicara tentang buah naga, di Indonesia ada 4 jenis yang bisa Anda temui, yakni buah naga putih, merah, hitam dan kuning. Lalu, apa sebenarnya perbedaan dari keempat buah ini?


Buah Naga Putih

Secara kasat mata, memang tidak ada perbedaan mencolok dari buah naga putih dan merah—selain warna daging buahnya. Namun jika Anda mencermati lebih teliti, buah naga putih cenderung berukuran lebih kecil dan kulitnya berwarna merah cerah. Buah berbintik ini kaya akan vitamin C dan antioksidan yang dapat memperlambat hadirnya penuaan dini pada kulit. Selain itu, buah ini juga dipercaya mampu mencegah kanker.


Buah Naga Merah

Berbeda dengan si putih, buah naga ini memiliki warna kulit merah cenderung gelap dan berukuran besar. Dengan kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi, masalah pada gigi dan tulang bisa teratasi. Selain itu, buah naga merah juga baik dikonsumsi penderita diabetes meskipun rasanya manis. Ini dikarenakan kadar gula di dalamnya tergolong sedikit.


Buah Naga Hitam

Tidak ada beda antara buah naga merah dan hitam jika Anda lihat dari bentuk fisiknya. Hal yang membedakannya hanyalah warna merah pekat kehitaman pada daging buah. Buah ini kaya akan betakarotin yang bisa menghalau pertumbuhan sel kanker dan antioksidan alami. Selain itu kehadiran vitamin E juga dapat memelihara sel darah merah.


Buah Naga Kuning

Jika ketiga buah sebelumnya memiliki perbedaan jelas pada daging buah, lain halnya dengan buah naga kuning yang terlihat dari kulitnya. Kulit buah ini identik dengan warna kuning terang dengan sedikit duri, tetapi bagian dagingnya sama dengan buah naga putih. Kandungan gizi dalam buah naga kuning yang paling banyak adalah vitamin A sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan mata Anda. Selain itu, buah naga kuning juga mengandung kadar kolesterol baik yang berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme dan pencernaan dalam usus kecil.

 

(Nisa Rahtio, foto: Anthony Delanoix/stocksnap.io)