Simak Penyebab, gejala, hingga penanganannya.

 

Parkinson merupakan penyakit yang menyerang sel saraf pada otak bagian tengah secara bertahap. Bagian otak tersebut berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh. Akibatnya Anda akan mulai kehilangan keseimbangan tubuh dan merasakan tremor atau mudah gemetar pada bagian tangan.

 

Menurut Parkinson’s Disease Foundation, diperkirakan bahwa penderita penyakit parkinson di dunia berjumlah lebih dari 10 juta orang dan umumnya terjadi pada orang berusia 40 – 50 tahun. Namun, tidak menutupi kemungkinan bahwa remaja hingga dewasa berusia 30-an dapat pula terjangkit penyakit ini.

 

Apakah Penyebab Parkinson?

Dilansir dari Parkinson.org, penyakit ini terjadi karena kekurangan hormon dopamin—berfungsi sebagai pengantar pesan atau rangsangan antar saraf. Seiring berjalannya waktu, otak penderita parkinson secara perlahan berhenti memproduksi dopamin. Alhasil, kemampuan untuk mengatur gerakan tubuh dan emosi akan ikut berkurang. Biasanya hormon dopamin akan berkurang akibat beberapa faktor, seperti genetik, kepala terluka karena kecelakaan, hingga terkena efek samping dari obat hipertensi, jantung, dan stroke.

(BACA JUGA: Benarkah Mengonsumsi Susu Rendah Lemak PicuPenyakit Parkinson)

 

Bagaimana Gejala Parkinson?

  • Tremor pada bagian tangan atau jari.
  • Gerakan tubuh melambat (Bradikinesia).
  • Otot menjadi kaku.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Postur tubuh menjadi bungkuk.
  • Memiliki masalah saat bicara.

 

Bagaimana Cara Penanganannya?

Hingga saat ini, penyakit parkinson belum memiliki obat yang membuat penderitanya sembuh total. Terapi atau obat-obatan yang tersedia hanya ditujukan untuk meringkankan gelaja yang dialami si penderita. Hal tersebut dilakukan agar penderita parkinson dapat menjalankan aktivitas senormal mungkin. Namun, penderita parkinson tetap memerlukan bantuan dari orang lain dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

 

(Maghfira Farhana, foto: Chevanon/freepik.com)